Dengan fokus pada pendidikan berbasis kewirausahaan, universitas ini menanamkan 7 Jiwa Kewirausahaan yaitu minat, kemandirian, kepekaan terhadap pasar, kreativitas, keberanian mengambil risiko, ketekunan, dan standar etika yang tinggi.
Markoding dan Universitas Ciputra bergabung dengan mitra IBM SkillsBuild seperti program Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama mitra pelatihan Infinite Learning, Hacktivate, dan Skilvul.
Baca Juga: 5 Langkah Membangun Kelekatan dengan Anak
Tiga angkatan dengan jumlah seribu mahasiswa telah dilatih dalam Red Hat Certified System Administrator dan Artificial Intelligence. Saat ini, telah ada ribuan lulusan yang telah memperoleh badge digital dalam bidang AI, Keamanan Siber, Data Science, dan Hybrid Cloud yang dengan bangga dapat dipamerkan di media sosial dan resume mereka.
“Adopsi AI generatif yang terus berkembang dengan cepat di Indonesia menegaskan pentingnya tenaga kerja yang terampil.
Kemitraan Markoding dengan IBM adalah langkah yang signifikan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Dengan membekali 1.300 wanita dengan keterampilan digital yang dibutuhkan, kami memberdayakan mereka untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan ekosistem inovasi digital.” Amanda Simandjuntak, Founder Markoding, Perempuan Inovasi.
"Universitas Ciputra senantiasa berupaya menjadi yang terdepan dalam inovasi pendidikan AI dan digital, membekali para mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan dan siap untuk berinovasi dan menjawab tantangan-tantangan di dunia.
Baca Juga: Iiiih, chubby banget. Cubit dikit yaaa, gemesss.
Kemitraan bersama IBM melalui program SkillsBuild sejalan dengan misi kami dalam membangun pola pikir kewirausahaan dan pemikiran inovatif di seluruh kampus kami, termasuk lewat penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh.
Melalui penyertaan sumber daya IBM ke dalam kurikulum kami, kami tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk memainkan peran penting pada visi Indonesia Emas 2045, tetapi juga menjadi pemimpin di bidang AI dan teknologi digital di masa depan," Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M, Sekretaris Dewan Eksekutif Universitas Ciputra.
“Sebagai bagian dari komitmen IBM untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, kami siap mendampingi organisasi-organisasi di Indonesia dalam mengevaluasi ulang kebutuhan keterampilan dan peran pekerjaan di era AI, Kami akan memberikan dukungan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja mereka yang sekarang dan di masa depan” kata Roy Kosasih, President Director, IBM Indonesia.
“Perlu dicatat bahwa banyak perusahaan kemungkinan besar sudah memiliki talenta yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengidentifikasi potensi kesenjangan dalam hal efisiensi. Dengan demikian, sebuah budaya yang membantu karyawan melihat nilai penggunaan keterampilan teknologi terbaru seperti AI dan keamanan siber akan menghasilkan inovasi baru dalam bisnis.”
Artikel Terkait
Mengenal Perkembangan Anak Usia Dini, Begini Tahapannya
Pahami Dunia Digital Anak, Mengatur Batasan dan Waktu Layar
Tips Merawat dan Menjaga Kesehatan Gigi Anak
Hampir 6,3 Juta Anak di Indonesia Alami Stunting, ini Aksi Kolaborasi Abbott dan Pemerintah untuk Mengatasinya
5 Langkah Membangun Kelekatan dengan Anak
Benarkah Anak Bisa Melihat atau Bermain dengan Hantu?