Kelima, upaya pengendalian dapat disinergikan dengan program yang sudah berjalan seperti STBM, kesehatan lingkungan, dan pengendalian zoonosis.
Hantavirus bukan ancaman baru. Virus ini sudah lama ada, tetapi sering tersembunyi di balik diagnosis penyakit lain yang lebih umum.
Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa hantavirus telah beredar di Indonesia, dengan reservoir tikus yang melimpah, kemampuan diagnosis yang masih terbatas, serta risiko fatal yang tidak kecil.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah hantavirus ada di Indonesia, melainkan seberapa banyak kasus yang belum kita sadari.
Jika surveilans, diagnosis, dan pengendalian lingkungan tidak diperkuat sejak sekarang, hantavirus berpotensi menjadi ancaman epidemiologis berikutnya yang datang tanpa banyak disadari, tetapi memberi dampak besar.
Di era pascapandemi, dunia sudah belajar bahwa ancaman kesehatan tidak selalu muncul dari sesuatu yang tampak besar. Kadang justru berasal dari hal-hal yang selama ini diabaikan. Dan hantavirus adalah salah satunya.