Hantavirus: Ancaman dari Tikus yang Perlu Diwaspadai Indonesia

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Senin, 11 Mei 2026 | 12:08 WIB
Hantavirus menjadi ancaman tersembunyi yang sering luput dari perhatian. Yang perlu disadari, Indonesia juga bukan wilayah yang bebas dari virus ini. (freepik)
Hantavirus menjadi ancaman tersembunyi yang sering luput dari perhatian. Yang perlu disadari, Indonesia juga bukan wilayah yang bebas dari virus ini. (freepik)

Ada beberapa alasan mengapa hantavirus tidak boleh dianggap remeh.

Pertama, banyak kasus kemungkinan tidak terdiagnosis karena gejalanya menyerupai penyakit lain.

Kedua, Indonesia memiliki banyak spesies tikus yang telah terkonfirmasi membawa hantavirus.

Ketiga, tingkat kematiannya cukup tinggi pada kasus berat.

Gabungan faktor-faktor ini menjadikan hantavirus bukan sekadar penyakit langka, melainkan ancaman laten yang dapat berkembang secara sistematis bila diabaikan.

Hantavirus Bukan Sekadar Masalah Medis

Berbeda dengan beberapa penyakit infeksi lain, pengendalian hantavirus tidak cukup hanya mengandalkan obat atau vaksin. Hingga kini, belum ada vaksin yang digunakan luas untuk perlindungan umum.

Karena itu, pencegahan sangat bergantung pada pengendalian populasi tikus, perbaikan sanitasi lingkungan, edukasi masyarakat, serta penguatan surveilans berbasis risiko.

Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya pengendalian reservoir secara terpadu dan komunikasi risiko kepada masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan konsep One Health, yaitu keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Langkah yang Perlu Dilakukan

Menghadapi ancaman hantavirus membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.

Pertama, hantavirus perlu dimasukkan dalam sistem surveilans sindromik, terutama pada kasus demam akut yang belum terdiagnosis jelas.

Kedua, kapasitas diagnosis seperti pemeriksaan serologi dan PCR perlu diperluas, khususnya di rumah sakit rujukan.

Ketiga, program pengendalian tikus berbasis komunitas harus diperkuat sebagai bagian dari kebijakan kesehatan lingkungan.

Keempat, edukasi publik perlu ditingkatkan. Banyak orang belum memahami bahwa membersihkan rumah yang penuh debu dan kotoran tikus tanpa perlindungan dapat menjadi jalur penularan.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: KEMENKES

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X