Setelah sel telur matang, tubuh melepaskan hormon lain yang memicu pelepasan sel telur, yang biasanya terjadi sekitar hari ke-14 dari siklus 28 hari.
Apa yang Terjadi Setelah Ovulasi?
Setelah ovulasi, jika terjadi kehamilan, hormon akan menjaga lapisan rahim agar tidak terlepas.
Jika tidak, menstruasi akan dimulai lagi sekitar hari ke-28, memulai siklus baru.
Masa Subur
Apa itu Masa Subur?
Jendela subur adalah enam hari menjelang dan termasuk hari ovulasi.
Ini adalah waktu ketika hubungan seksual paling mungkin menghasilkan kehamilan.
Sperma bisa bertahan beberapa hari di dalam tuba falopi, siap untuk membuahi sel telur saat dilepaskan. Sel telur hanya hidup sekitar 24 jam setelah dilepaskan.
Baca Juga: Berapa Kebutuhan Kalsium Saat Hamil? Ternyata ini Jawabannya
Apa Saja Gejala Ovulasi?
- Cairan Vagina: Lebih banyak dan sering kali jernih dan elastis, mirip dengan putih telur mentah.
- Nyeri Ovulasi: Beberapa orang merasakan nyeri di satu sisi perut bagian bawah.
- Gejala Lain: Perdarahan ringan, nyeri payudara, dan peningkatan gairah seksual.
Nyeri Ovulasi
Apakah Nyeri Ovulasi Normal?
Ya, hingga 40% wanita merasakan nyeri saat ovulasi, yang dikenal sebagai mittelschmerz.
Baca Juga: Hasil Test Pack 2 Garis tapi yang 1 Samar, Apakah Hamil?