SMARTPARENT.ID - Jantung bocor, atau yang secara medis dikenal sebagai defek jantung bawaan, adalah kondisi di mana terdapat lubang di dinding jantung yang memisahkan dua bilik.
Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah normal, mengakibatkan darah yang kaya oksigen dan darah yang miskin oksigen bercampur.
Jantung bocor pada bayi adalah salah satu bentuk kelainan jantung yang paling umum terjadi.
Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Tubuh yang Menginginkan Cokelat
Jenis-jenis Jantung Bocor
1. Atrial Septal Defect (ASD):
Lubang di dinding antara dua serambi jantung.
2. Ventricular Septal Defect (VSD):
Lubang di dinding antara dua bilik jantung.
3. Patensi Duktus Arteriosus (PDA):
Pembuluh darah yang seharusnya menutup setelah lahir tetap terbuka.
Baca Juga: Mungkinkah Bayi Terkena Kanker Ovarium?
Gejala Jantung Bocor
Gejala jantung bocor dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi lubang di jantung.
Beberapa gejala umum yang dapat terlihat pada bayi meliputi:
- Kesulitan Bernapas:
Bayi mungkin tampak kesulitan bernapas, terutama saat menyusu atau beraktivitas.
- Kelelahan:
Bayi mungkin cepat lelah dan tidak memiliki energi untuk bermain atau makan.
Baca Juga: Ini Lo Moms, Tips Supaya Anak Mau Ikut Mengerjakan Pekerjaan Rumah
- Pertumbuhan yang Terhambat:
Karena kesulitan mendapatkan nutrisi, bayi mungkin tidak tumbuh sesuai dengan usia mereka.
- Munculnya Biru di Kulit:
Kondisi ini dikenal sebagai sianosis, yang bisa terjadi karena aliran darah yang tidak normal.
Diagnosis Jantung Bocor
Diagnosis jantung bocor biasanya dilakukan melalui beberapa langkah, seperti:
1. Pemeriksaan Fisik:
Artikel Terkait
Baik untuk Jantung, Ini Khasiat Buah Alpukat untuk Ibu Hamil
Garam Versus Gula, Mana yang Lebih Buruk bagi Kesehatan Jantung?
Lemak Omega 3 Baik untuk Kesehatan Jantung? Begini Faktanya