Moms, Stop Mengejek Anak. Khawatir Pertumbuhan Kepribadiannya Menjadi Negatif

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Minggu, 30 Juni 2024 | 21:41 WIB
Masalah tantrum pada anak, bagaimana cara periksa anak tantrum atau bukan. ( Keira Burton/Pexels)
Masalah tantrum pada anak, bagaimana cara periksa anak tantrum atau bukan. ( Keira Burton/Pexels)

Nah, mungkin saja kreativitas dan kecerdasan anak tidak berkembang dengan maksimal hanya gara-gara dia tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. “Aku memang bodoh, aku malas, aku pelit.” Padahal, untuk berkembang anak kan butuh rasa percaya diri yang kuat agar dia berani untuk mengungkapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kreativitasnya sehingga dia bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi.

Bagaimana bila ejekannya datang dari orang lain? Moms tidak boleh tinggal diam apalagi malah memperkuatkan ejekan tersebut. Moms harus memberikan penjelasan dan arahan bila ada yang mengejek anak. Beberapa hal yang biasanya menjadi bahan ejekan terhadap anak, dari segi fisik, perilaku, sifat, dan kecerdasan. Fisik misalnya, ejekan berkaitan dengan tubuh anak, seperti gendut, kurus, mata juling, hidung pesek, dan sebagainya. Ketika kata-kata ejekan seperti ini keluar, sangat baik bila kita sebagai orang tua memberikan penjelasan. “Tubuh kamu memang gendut, tapi kamu kan jadi kuat seperti Samson!” misalnya. “Hidung boleh pesek, tapi menurut mama kamu itu tetap cantik,” misalnya. Dan penjelasan-penjelasan lain yang bisa membuat anak terhindar dari rasa tidak percaya diri kelak.

Baca Juga: Moms, Bisa Lo Mengajari Balita Etiket Makan di Meja Makan

 

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X