SMARTPARENT.ID Pernah melihat dan mendengar anak balita mengumpat? Misalnya bilang, “sialan,” “kurang ajar,” “mampus,” atau kata-kata kasar lainnya? Bolehkan seperti itu dan apa yang harus kita lakukan?
Mengumpat, biasanya dilakukan anak bila dia sedang marah, kesal, atau sebal dengan orang lain. Pada intinya, umpatan akan keluar bila ada tekanan pada dirinya yang membuat perasaannya tidak nyaman. Umpatan pun anak dengan kata-kata kotor, kasar, binatang, atau menyudutkan.
Sebaiknya Moms perlu mengarahkan buah hati Moms karena tidak baik buat pertumbuhan kepribadian anak.Jika dibiarkan dia akan terbiasa berkata-kata negatif sehingga citra kepribadiannya di lingkungannya pun menjadi negatif.
Baca Juga: Membuat MPASI Sendiri Yuk Moms, Begini Caranya...
Yuk Moms Kita Atasi, Jangan Biarkan Menjadi Kebiasaan
Sebelum mengumpat menjadi hal yang lumrah buat anak dan ia dengan mudah melakukannya, Moms perlu mengatasinya segera. Berikut cara meluruskan sikap anak.
* Jangan Biarkan Terpapar Contoh
Anak usia balita sangat rentan terhadap peniruan, termasuk meniru umpatan-umpatan kotor. Bila ada kakak, tante, om, atau orang lain yang suka mengumpat, sangat mungkin anak akan menirunya. Untuk itu, usahakan agar di lingkungan rumah tidak terdengar umpatan-umpatan yang tidak pantas diucapkan agar anak bersih dari peniruan negatif ini.
Seringkali peniruan negatif ini terkadang datang dari hal tayangan di teve, media sosial, streaming, dan lainnya. Anak yang sering menyaksikan tayangan yang di dalamnya banyak umpatan-umpatan kotor, lebih mungkin untuk menirunya. Untuk itu, pilihkan tayangan yang pas buat anak. Seleksi tayangan sangat diperlukan buat anak.
* Bila Caper, Jangan Dipedulikan
Namun sebelum melakukannya, kita harus selidiki apakah umpatan kasar tersebut dilakukan anak untuk cari perhatian atau bukan. Bila ya, segera acuhkan karena biasanya anak melakukannya dengan sengaja, tanpa alasan, dan untuk surprise saja. Anggap saja kita tidak mendengar. Soalnya, bila kita menunjukkan kemarahan, hal ini bisa berupa reward bagi anak untuk mengulanginya lagi. Dia merasa bahwa apa yang dilakukannya berhasil mencuri perhatian orang tuanya. Anak merasa sangat senang dan sangat mungkin akan melakukannya lagi.
* Harus Dijelaskan
Bila bukan karena cari perhatian, segera berikan penjelasan ke anak bahwa apa yang dikatakannya itu bukanlah hal yang pantas diucapkan. Berikan penjelasan singkat bahwa kepada siapapun, apalagi orang yang lebih tua, kita harus bersikap sopan dan jangan berlaku kurang ajar. Mengumpat bukanlah perilaku baik dan banyak orang yang tidak menyukainya. Jika anak terus melakukannya maka banyak orang yang tidak mau bermain dengannya.
* Cari Tahu Kenapa Anak Melakukannya