Pentingnya Memberikan MPASI Secara Benar pada Bayi Usia 10-24 Bulan

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Kamis, 27 Juni 2024 | 22:49 WIB
Memberi MPASI pada bayi (hui sang on Unsplash)
Memberi MPASI pada bayi (hui sang on Unsplash)

SMARTPARENT.ID ASI adalah makanan terpenting untuk bayi. Makanan  yang kaya nutrisi ini akan membantu bayi tumbuh secara maksimal, baik mental maupun fisiknya. Namun, setelah ASI eksklusif selesai diberikan selama 6 bulan, maka bayi perlu diberikan makanan tambahan disebut makanan pendamping ASI (MPASI). Ditambah, usia bayi semakin besar sehingga bertambah pula kebutuhan zat-zat gizi.

Di artikel sebelumnya telah ditulis cara tepat memberi MPASI pada bayi usia 6-9 bulan. Di artikel ini dijelaskan cara pemberian MPASI pada bayi usia 10-24 bulan. Berikut Hal-hal yang Perlu Moms Perhatikan saat memberikan MPASI supaya asupan nutrisi berjalan lancar.

 Baca Juga: Ini Lo Moms, Pemberian Tepat MPASI Buat Anak Usia 6-9 Bulan

- MPASI Bayi Usia 10 - 12 Bulan

Di usia 10 bulan bayi mulai mampu mencerna makanan semipadat jadi sudah bisa dikenalkan dengan nasi tim. Selain asupan akan lebih beragam hal ini pun sekaligus merangsang pertumbuhan gigi. Sedangkan di usia 11-12 bulan bayi sudah boleh diperkenalkan dengan makanan keluarga. Maksudnya makanan-makanan yang biasa disantap oleh keluarga seperti tempe, tahu, perkedel, daging, dan sebagainya yang dicampur ke dalam nasi tim. Namun bentuk dan kepadatannya harus diatur secara berangsur dan lambat laun mendekati bentuk dan kepadatan makanan keluarga.

Jadwal pemberian nasi tim tidak mesti dipatok. Boleh pagi, siang, atau sore. Namun dalam sehari, bayi harus dilatih makan nasi tim paling tidak dua kali. Untuk pertama kali, berikan sedikit-sedikit. Agar bayi tidak menolak makanan baru ini, aduklah dahulu agar kepadatannya sama.

Selebihnya, tetap berikan bubur saring satu kali, buah dua kali, dan ASI/susu formula 3-4 kali sehari sebanyak 220-250 cc tiap kali minum. Boleh saja sebagai selingan bayi diberi bubur susu dari mangga, jeruk, atau pisang untuk memperkaya pengenalan rasa padanya.

Nasi tim sebaiknya dilengkapi sumber protein hewani dan nabati seperti ikan, hati ayam, ceker ayam, tempe, tahu, telur, daging ayam, daging sapi, dan sebagainya, serta sumber vitamin dan mineral seperti sayur-sayuran. Sebaiknya lauk pauk dari ikan, telur, ayam, dan sup diolah terpisah untuk nantinya dihidangkan bersama nasi tim. Bila lauk-pauk dan nasi dicampur lalu dihangatkan berulang-ulang, maka kandungan gizinya akan berkurang. Selain itu, lauk dan sayur yang dipisah lebih terjaga kesegarannya.

Selain mengenalkan makanan keluarga, kita juga bisa mengenalkan bumbu sederhana alami, misalnya ikan ditumis dengan bawang putih dan mentega, sayur sup dimasak dengan bawang merah, bawang putih, dan daun bawang. Garam pun sudah boleh diberikan sedikit. Tak perlu khawatir makanan si kecil kurang asin atau gurih karena anak sebetulnya belum terlalu menuntut rasa. Nah, tepat satu tahun, anak sudah bisa diberi menu makanan keluarga.

Baca Juga: Moms, Bayi Bisa Kena Hernia Lo! Begini Cara Mendeteksinya 

- MPASI untuk Bayi Usia 12 – 24 Bulan

Meskipun sudah berusia 1 tahun ASI harus tetap diberikan. Namun pada periode ini pemberian ASI sudah berkurang dengan sendirinya karena porsi pemberian MPASI atau makanan keluarga sudah lebih banyak dari sebelumnya. Pemberian MPASI atau makanan lainnya dilakukan minimal 3 kali sehari, pagi-siang-sore. Porsinya bisa separuh makanan orang dewasa setiap kali makan. Jadi, kita bisa memperkirakan sendiri dengan membandingkan porsi makan kita dengan porsi makan anak.

Untuk makanan selingan bisa diberikan 2 kali sehari. Misalnya diberikan di waktu antara makan pagi dan makan siang, dan di antara waktu makan siang dengan makan sore. Selingannya bisa berupa bubur kacang hijau, jus buah, atau sereal.

 

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X