Moms, Bayi Bisa Kena Hernia Lo! Begini Cara Mendeteksinya

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Rabu, 26 Juni 2024 | 06:36 WIB
Bayi Menangis  (Tim Blish/Unsplash)
Bayi Menangis (Tim Blish/Unsplash)

SMARTPARENT.ID Ternyata bayi bisa terserang hernia dan kasusnya cukup banyak. Hernia merupakan bentuk penonjolan dari organ dalam, seperti usus, yang masuk ke bagian lain melalui suatu celah. Atau ada yang menyebutnya Turun Bero

Dari jenisnya, secara umum ada dua, internal dan eksternal. Hernia internal, berada di dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatik yaitu hernia yang menembus otot pemisah antara bagian perut dengan dada. Bila hernia ini terjadi pada bayi, umumnya disebabkan karena adanya kelemahan pada diafragma yang tidak terbentuk secara sempurna. Namun biasanya, jenis hernia ini lebih sering diderita oleh orang dewasa atau manula karena semakin tua maka otot dinding perut semakin lemah.

Sedangkan pada bayi, umumnya mengalami hernia eksternal yang bisa dideteksi secara kasat mata. Jenis hernia ini dibagi dua, hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah pusat/puser.

Baca Juga: Hindari Baby Walker, Lebih Baik Ajari Anak Jalan Dengan Alami 

Karena Pembentukan Organ yang Tak Sempurna

Terjadinya hernia pada bayi, umumnya karena proses pembentukan organ yang kurang sempurna. Hal ini dikarenakan penyakit kongenital, yakni penyakit yang muncul ketika berada di dalam kandungan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Hernia inguinalis misalnya, terjadi karena kegagalan proses penutupan kantung yang menutupi testis atau buah pelir. Ketika di dalam kandungan testis pada anak laki-laki turun ke bawah dan berhenti sesampainya di skrotum (kantung pelir).

Proses penurunan ini dimulai ketika usia kandungan 7-8 bulan. Ketika turun, dia akan membawa selaput di dalam perut yang ikut turun ke bawah sehingga membuat testis seperti tergantung. Ketika lahir, umumnya prosesnya sudah selesai. Namun pada beberapa bayi, proses penutupan hingga menjadi ligamentum tidak berjalan sempurna yang akhirnya menyisakan lubang. Nah, lubang inilah yang nantinya bisa menimbulkan hernia karena akan terisi air. Hal ini membedakan dengan hernia pada orang dewasa yang umumnya terisi usus.

Sedangkan hernia umbilikalis terjadi karena penutupan umbilikalis (bekas plasenta) tidak sempurna. Seharusnya, bila penutupan tersebut sempurna maka akan terbentuk jaringan ikat yang akan menutup bagian dalam perut. Namun, ketidaksempurnaan ini malah membuat umbilikalis tetap terbuka. Bila hal ini terjadi, tentu akan menyisakan lubang sehingga usus bisa keluar masuk ke daerah tersebut. Sebenarnya, hal ini masih bisa ditolerir hingga usia 2-5 tahun. Namun selama pusar kelihatan menonjol besar secara kosmetis kita sering menganggap itu suatu masalah.

Baca Juga: Kenali Penyebab Dehidrasi Pada Bayi dan Cara Mengatasinya (2) 

Termasuk Bayi Perempuan, Juga Bisa Kena Hernia

Seperti halnya laki-laki, bayi perempuan pun mengalami proses pembentukan organ tubuh bawah yang hampir sama. Namun bila laki-laki mengalami proses penurunan testis sedangkan perempuan tidak. Hernia akan terjadi bila wanita mengalami penurunan ovariun dan tuba, yang seharusnya berada di atas, tetapi malah berada di labia.

Namun secara umum bayi laki-laki lebih sering mengalami hernia dibandingkan perempuan karena proses penurunan organ reproduksinya lebih kompleks. Hernia pun lebih sering terjadi pada bayi prematur, soalnya proses penurunan testis dan pembentukan ligamen belum terbentuk sempurna tetapi bayi sudah keburu lahir. Dan pada hernia inguinalis, paling sering ditemukan di sebelah kanan, sekitar 67 persen, sisanya sebelah kiri.

4 Langkah Mendeteksi Hernia Pada Bayi

Moms perlu mengetahui berbagai gejala yang muncul berkaitan dengan penyakit hernia pada bayi. Berikut beberapa tanda yang bisa dijadikan pedoman untuk mendeteksi adanya hernia berdasarkan tingkatannya: 

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X