SMARTPARENT.ID - Kongres Urological Association of Asia (UAA) akan kembali diadakan di Indonesia pada 5-8 September 2024 mendatang. Kongres yang merupakan puncak pertemuan urologi di Asia ini akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan diperkirakan sekitar 5.000 ahli urologi dari 60 negara, terutama di Asia, akan mengikutinya.
UAA dan Indonesian Urological Association (InaUA) bertindak sebagai tuan rumah kongres, yang tahun ini mengangkat tema “Integrating Urological Frontiers: Transformative Innovation Meets Global Collaboration”. Kongres UAA ke-21 ini diharapkan mampu mewujudkan tujuan utama UAA, yaitu untuk mempromosikan bidang urologi di Asia, serta meningkatkan pelayanan bagi pasien penyakit Urologi khususnya di wilayah Asia.
Kongres ini akan dilangsungkan bersamaan dengan Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) ke-47 dan rapat Pan-Pacific Continence Society (PPCS) ke-18. Dalam rangkaian kongres ini, diadakan pula Asian Urology Residents Course (AURC), Young Leadership Forum (YLF), dan Asian Urological Nursing Association (AUNA) dalam rangka memberdayakan tenaga kesehatan profesional melalui pelatihan khusus.
Kongres ini akan membahas beberapa materi seperti uro-onkologi, androurologi, urologi rekonstruksi, endourologi, neurourologi, urologi pediatrik, dan urologi wanita. Selain itu, salah satu yang menjadi highlight-nya adalah pemaparan kemajuan teknologi bedah robotik yang paling mutakhir, serta demonstrasi langsung bedah telerobotik yang akan dilaksanakan dari Denpasar dan terhubung dengan ahli di Beijing/Shenzhen, dengan jarak sekitar 8.500 km.
Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., PhD, Wakil Menteri Kesehatan RI dalam sambutannya menyatakan, “Saat ini, kasus-kasus penyakit urologi masih menjadi tantangan bagi bidang kesehatan di Indonesia. Kita ambil contoh kasus Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), jumlah peserta BPJS di pulau Jawa yang terdiagnosis sepanjang 2016 hingga 2020 berjumlah 97.043 pasien.
Baca Juga: Masa Pubertas pada Anak Remaja, Gejala Mimpi Basah Hingga Bau Badan
Sepanjang tahun yang sama, tercatat ada 56.671 pasien yang menjalani operasi dan 49.428 pasien menjalani pengobatan. Angka ini cukup tinggi, belum lagi yang di luar pulau Jawa. Oleh sebab itu, memang perlu adanya wadah untuk para dokter agar bisa saling bertukar informasi terkait kemajuan teknologi atau keberhasilan kasus-kasus tertentu, salah satunya melalui Kongres UAA 2024 yang akan dilaksanakan September nanti.”
Kasus uronefrologi, tambahnya, adalah salah satu dari empat prioritas utama pemerintah karena morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. “Hal ini juga menyebabkan pelayanan di bidang uronefrologi perlu ditingkatkan, sehingga pemerintah berupaya melakukan program pengampuan uronefrologi.
Sejauh ini di tahun 2024, RSCM sudah melakukan pengampuan transplantasi ginjal ke 7RS, yaitu RSUP Hasan Sadikin Bandung, RSUP Fatmawati, RSUP H. Adam Malik, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, RSUD dr. Moewardi, RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Program lainnya yang telah dilakukan adalah pengampuan Holmium laser enucleation of the prostate di RSUD Ulin Banjarmasin,” jelas Prof. Dante.
Kemenkes mendukung terlaksananya UAA 2024 ini untuk mendorong perkembangan teknologi mutakhir yang sedang ingin dikembangkan di Indonesia: bedah telerobotik (telerobotic surgery). “Kami tentu mendukung UAA dan inovasi-inovasi yang akan dilahirkan dalam bidang urologi ini. Kemenkes juga telah melakukan uji coba dan demonstrasi bedah telerobotik atau bedah robotik jarak jauh pertama kali di Indonesia, bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Republik Islam Iran ke Indonesia pada 2023 lalu. Telerobotic surgery menguntungkan untuk mengisi kekurangan dokter spesialis bedah dan menghilangkan hambatan geografis sehingga dapat membantu para dokter bedah dan pasien di daerah terpencil agar dapat memiliki akses ke prosedur bedah terbaru,” jelas Prof. Dante.
Prof. dr. Ponco Birowo, SpU(K), PhD, President Elect of the Urological Association of Asia (UAA) dan Chairman Local Organizing Committee menjelaskan, “Tahun ini, kongres UAA akan diadakan di Indonesia. Tahun ini mengangkat tema “Integrating Urological Frontiers: Transformative Innovation Meets Global Collaboration”. Kami sangat bersyukur, bahwa jumlah abstrak ilmiah yang diterima pada tahun ini merupakan yang terbanyak dalam sejarah UAA.
Baca Juga: Pubertas pada Anak Remaja, Bagaimana Gejalanya?
Saat ini juga, sudah terdapat 2083 peserta yang mendaftarkan diri, tersebar dari 38 negara, dan kita harapkan angka tersebut terusbertambah. Peserta kongres memiliki kesempatan untuk mengikuti workshop, kuliah interaktif, dan presentasi poster yang menyuguhkan materi inovatif dari subspesialiasi. Kami berkomitmen untuk terus mempromosikan urologi di Asia, serta memperkecil kesenjangan dalam standar perawatan urologi di setiap negara, salah satunya dengan meningkatkan perawatan pasien dan pelatihan tenaga ahli bidang urologi.”