Akses ke Fasilitas Kesehatan
Banyak daerah di Indonesia yang masih sulit mengakses fasilitas kesehatan. Di daerah terpencil, puskesmas dan posyandu sering kali kekurangan tenaga medis dan sarana prasarana.
Hal ini menyebabkan ibu dan anak tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, seperti imunisasi dan pemantauan pertumbuhan anak.
Baca Juga: Risiko Gula Bagi Tubuh, Pastikan Memilih Pemanis Ini
Faktor Ekonomi
Kemiskinan dan Keterbatasan Akses Gizi
Kemiskinan merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap stunting. Keluarga miskin sering kali tidak mampu menyediakan makanan yang cukup dan bergizi untuk anak-anak mereka.
Konsumsi makanan yang tidak seimbang dan rendah protein mengakibatkan anak-anak mengalami kekurangan zat gizi esensial yang penting untuk pertumbuhan.
Ketidakmampuan Membeli Makanan Bergizi
Harga makanan bergizi seperti daging, ikan, buah-buahan, dan sayuran sering kali tidak terjangkau bagi keluarga miskin.
Baca Juga: Inovasi Pendidikan Vokasi untuk Penanganan Stunting Indonesia
Mereka cenderung mengonsumsi makanan pokok yang murah tetapi rendah nutrisi, seperti nasi atau mie instan. Kekurangan vitamin dan mineral esensial seperti zat besi, kalsium, dan vitamin A menghambat pertumbuhan optimal anak.