SMARTPARENT.ID - Metode pendidikan Reggio Emilia adalah pendekatan unik yang berasal dari kota Reggio Emilia di Italia.
Dikembangkan setelah Perang Dunia II oleh psikolog Loris Malaguzzi bersama para orang tua di wilayah tersebut, metode ini menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada anak, eksplorasi kreatif, dan kolaborasi.
Reggio Emilia telah mendapatkan pengakuan internasional karena keberhasilannya dalam menciptakan lingkungan belajar yang memupuk kreativitas, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis pada anak-anak.
Baca Juga: Manfaat Olahraga untuk Anak Perempuan, Begini Ternyata
Prinsip-Prinsip Utama Reggio Emilia
1. Anak sebagai Subjek Aktif
Metode Reggio Emilia melihat anak-anak sebagai individu yang memiliki potensi besar dan keinginan alami untuk belajar.
Anak dianggap sebagai subjek aktif yang memiliki peran penting dalam proses belajar mereka sendiri.
2. Lingkungan sebagai Guru Ketiga
Lingkungan belajar di Reggio Emilia dirancang dengan sangat hati-hati untuk mendukung eksplorasi dan pembelajaran.
Baca Juga: Kenapa Ya, Anak Suka Pilih-pilih Teman? Ternyata Ini Penyebabnya
Ruang kelas biasanya dipenuhi dengan material yang beragam, termasuk seni, mainan konstruksi, dan bahan-bahan alam. Lingkungan ini disebut sebagai "guru ketiga" setelah orang tua dan guru.
3. Dokumentasi dan Refleksi
Dokumentasi adalah bagian integral dari metode Reggio Emilia.
Artikel Terkait
Moms, Bayi Sudah Bisa Diajarkan Pendidikan Seks Lo!
Lebih Gampang Cari Kerja! 58% Orangtua Indonesia Dukung Pendidikan Vokasi untuk Anak
Inovasi Pendidikan Vokasi untuk Penanganan Stunting Indonesia