Bungkus Membungkus, Kegiatan Sederhana yang Dapat Menambah Kreativitas Anak

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Sabtu, 26 Oktober 2024 | 19:27 WIB
Membungkus Kado ( Vlada Karpovich/Pexels)
Membungkus Kado ( Vlada Karpovich/Pexels)

SMARTPARENT.ID Di usia batita kita kerap melihat anak suka membungkus-bungkus, mainannya, peralatan menggambarnya, sepatunya, pakaiannya, pernak-perniknya, dan sebagainya. Bisa dibungkus dengan kertas kado, kertas folio, plastik, bahkan kain.

Baca Juga: Ini Lo Moms, Tips Supaya Anak Mau Ikut Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Kenapa ia melakukannya? Biasanya karena ia melihat contoh, mungkin ia pernah melihat Moms, saudara, pelayan toko, atau yang lainnya membungkus kado. Ia anggap itu sangat mengasyikkan kemudian ditirunya. Bukankah anak usia ini sangat senang meniru? Apa yang dilihatnya, meski hanya sekali, akan ditirunya.

Peniruan ini terjadi karena anak sedang mengembangkan aneka kemampuannya, seperti motorik, koordinasi, fokus perhatian, dan lainnya. Anak pun sudah mampu memegang kertas, melipat kertas, juga sudah memahami bahwa ada benda yang bisa ditutup oleh benda lain. Ia bangga dengan kemampuannya dan ingin menunjukkannya kepada orang lain. Jika ia mendapat apresiasi, lewat pujian misalnya, kemungkinan besar ia akan mengulang-ulang kegiatannya tersebut. Ditambah, ketika membungkus ia menemukan sensasi-sensasi lain seperti kertas yang bisa dilipat, bunyi kresek, benda yang tertutup di dalam bungkusan, kontur bungkusan yang berbeda-beda, akan membuatnya semakin senang melakukannya.

Rasa ingin tahu yang besar pun ikut membuat anak tertarik melakukan aktivitas ini. Misalnya, ia melihat orangtuanya membungkus kado. Muncul di pikirannya, “kok bisa ya benda itu dibungkus? Aku ingin tahu bagaimana caranya, ah,” misalnya. Nah ketika melihat kertas, plastik, atau kain di dekatnya ia pun tertarik untuk melakukannya. Ia ingin tahu bagaimana cara melipat kertas, membungkus benda menjadi tidak kelihatan, kenapa benda yang lebih kecil bisa lebih mudah dibungkus sementara yang besar lebih sulit, dan sebagainya. Setelah itu anak akan terpuaskan karena sudah mendapatkan jawaban apa yang selama ini ingin ia rasakan secara langsung.

Baca Juga: Moms, Ini Tips Agar Anak Tidur Nyenyak dan Tidak Mimpi Buruk  

Anak Bisa Tambah Kreatif Lo Moms

Ini adalah kegiatan positif, kita tidak perlu melarang tetapi fasilitasi dan arahkan. Sediakan kertas, plastik, atau kain untuk membungkus. Jadikan aktivitas ini sebagai sarana untuk menstimulasi aneka kemampuan anak. Misalnya, kemampuan motorik halus anak lewat kegiatan memegang kertas/plastik, melipat, membungkus, meratakan bungkusan, dan sebagainya.  Selain  motorik, aktivitas ini pun turut menstimulasi kemampuan koordinasi antara gerakan tangan dengan mata sehingga lebih harmonis, menstimulasi daya fokus dimana anak ingin menyelesaikan bungkusannya, indra perabanya pun ikut terlatih lewat sentuhan-sentuhan benda terhadap kulit di jemari anak. Dia akan membedakan mana bungkus yang terbuat dari kertas koran, kertas folio, plastik, atau kain.

Tak sampai disitu, aktivitas membungkus ini juga membuat jari jemari anak lebih lihai bergerak dan berkoordinasi. Hal ini sangat bermanfaat untuk mendukung kemampuan menulisnya kelak saat masuk ke taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Sebab di dalam membungkus anak diajak untuk menggerak dan mengoordinasikan jari jemarinya. Tentu untuk mendapat kemampuan menulis yang baik kita tak hanya menstimulasinya lewat membungkus, kegiatan lain pun yang sifatnya dapat menstimulasi motorik halusnya perlu dilakukan.

Selain itu, lewat membungkus pun kreativitas anak bisa ikut terstimulasi. Misalnya, anak bisa mencari cara bagaimana supaya benda yang dibungkus bisa semuanya tertutup. Mungkin ia harus mengubah posisi bendanya, menambah kertasnya, atau mengubah cara membungkusnya. Atau bisa juga lewat bungkusan anak terstimulasi untuk mengubah bentuknya yang semula berbentuk bulat menjadi kotak, menempelkan aksesoris di luar bungkusnya, menyobek bungkusnya supaya bisa dilipat, membentuk bena tertentu seperti pesawat lewat bungkusannya, dan sebagainya. Atau jika bendanya kecil-kecil, dijadikan satu kemudian dibungkus bundar yang kemudian ia jadikan bola. 

 Baca Juga: Anak Suka Mimpi Buruk, Ini Penyebabnya Moms!

Moms Bisa Menambah Aktivitas Lain Sehingga Manfaatnya Maksimal

Supaya manfaatnya bisa lebih variatif kita harus memariasikan aktivitas bungkus membungkus ini. Misalnya, minta anak membungkus beberapa benda kemudian ajaklah ia untuk berpura-pura bermain dagang-dagangan. Minta anak menjadi penjualnya dan kita sebagai pembelinya. Beraktivitaslah seperti pedagang dan pembeli di pasar. “Berapa harganya? Mama mau beli,” misalnya. Biarkan anak menjual dagangannya sesuai keinginannya yang penting proses bermainnya berjalan. Dengan begitu imajinasinya pun akan berkembang, membayangkan bagaimana posisinya sebagai penjual dan melihat kita sebagai pembeli.

Tak hanya itu, kemampuan berkomunikasi dan berinteraksinya pun ikut terstimulasi. Ajaklah teman sebayanya untuk membungkus dan bermain dagang-dagangan bersama-sama. Karena, lewat bermain bersama tercipta interaksi satu sama lain yang akan memberikan pengalaman pada anak tentang bagaimana berinteraksi dengan temannya. Bisa saja saat bermain bersama terjadi keributan kecil, anak yang satu mengambil kertas anak yang lain. Situasi ini bisa kita gunakan untuk menstimulasi kemampuan anak berbagi, berempati, bekerjasama, dan mencari solusi bersama. Intinya, banyak hal yang bisa didapat lewat aktivitas ini.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB
X