SMARTPARENT.ID Kemampuan membeo atau menirukan perkataan orang lain adalah baik dan memang sangat ditunggu-tunggu. Anak terlihat lucu yang membuat kita gemas. Bayangkan, ia mengucap dengan ucapan yang terbatas, sehingga terdengar lucu.
Namun tidak semua anak membeo. Ada beberapa anak yang sepertinya terlihat cuek dengan ucapan-ucapan yang kita atau orang lain lontarkan. Tak sedikitpun dia berusaha menirukannya. Bila demikian yang terjadi sebaiknya kita perlu curiga kalau anak mungkin mengalami gangguan bicara/berbahasa. Berdasarkan penelitian, sekitar 3-15% anak mengalami telat bicara atau gangguan berbahasa yang lain.
Baca Juga: Jangan Khawatir Moms, Anak yang Suka Membeo, Itu Pertanda Bagus
Gangguan ini terkait dengan fungsi reseptif dan ekspresif yang mungkin berjalan kurang baik. Fungsi reseptif adalah kemampuan anak untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, terhadap kejadian lingkungan sekitarnya, mengerti mimik dan nada suara, dan akhirnya mengerti kata-kata. Artinya anak dapat menerima informasi yang masuk untuk kemudian dipahaminya. Sedangkan fungsi ekspresif adalah kemampuan anak untuk mengutarakan pikirannya yang dimulai dari komunikasi praverbal (sebelum anak dapat berbicara), komunikasi dengan ekpresi wajah, gerakan tubuh, dan akhirnya dengan menggunakan kata-kata atau komunikasi verbal. Bila ada gangguan di otak dalam proses ini maka kemungkinannya anak tidak bisa melakukan peniruan dari apa yang dilihat dan didengarnya. Bila yang terganggu adalah proses peniruan berbahasa maka anak tidak akan membeo.
Ketidakmembeoan anak juga bisa dikarenakan memang ada gangguan di otak sehingga koordinasinya menjadi kacau. Hal ini seperti yang dialami oleh anak retardasi mental (idiot) maupun autis. Gangguan otak pada anak retardasi mental membuatnya tak mampu menerima maupun mengekspresikan peniruan. Namun untuk anak autis, terkadang ada yang mampu meniru. Hanya peniruannya dilakukan berulang-ulang tanpa maksud. Misalnya, ketika kita melarang anak untuk tidak memegang stop kontak listrik, “Tidak pegang listrik!” dia akan terus mengulangi kalimat itu hingga beberapa lama.
Baca Juga: Jika Anak Sudah Mulai Membeo, Contohkan ia Kata yang Baik-Baik ya Moms
Sebenarnya, kita bisa mendeteksi sendiri apakah si kecil mengalami gangguan berbicara atau tidak. Yakni dengan melihat tabel perkembangan dan pertumbuhan anak yang tercantum di kartu menuju sehat (KMS) atau buku-buku lain. Namun bila ternyata tidak sesuai dengan tabel jangan keburu memvonisnya terganggu, mungkin saja dia kurang distimulasi.
- 12-15 bulan : Kalimat Belum Jelas
Saat usianya 12-15 bulan anak akan menambah kosa katanya sebanyak 4-6 kata. Dia mulai mengucapkan beberapa kata namun terdengar aneh karena kita tidak dapat memahaminya, disebut immature jargoning. Hal ini dilakukan untuk mencoba belajar mengeluarkan suara.
- 16-17 bulan : Mengucap dengan Benar
Seharusnya di usia ini anak sudah dapat menguasai 7-20 kata termasuk kata baru yang didapatnya. Bila sebelumnya kata-kata yang dikeluarkannya tidak jelas kini mulai terdengar bermakna. Namun begitu terkadang ada beberapa kata yang sulit kita pahami.
- 18 bulan : Mengucapkan dua Kata
Di usia 18 bulan anak sudah mulai dapat merangkai dua kata seperti “Mau makan,” “Mau susu,” “Tidak mau,” dan sebagainya. Tak heran bila di usia ini anak sudah bisa menirukan kalimat yang terdiri dari dua kata.
Baca Juga: Biar Anak Jangkung dan Sehat, ini Pola Makan Bergizi untuk Anak Usia 4 Tahun