SMARTPARENT.ID Pada dasarnya anak yang suka membeo atau menirukan perkataan orang lain adalah hal wajar bahkan sangat bagus. Itu pertanda kemampuan berbahasanya tumbuh dengan baik. Namun, membeo terkadang memiliki dampak negatif. Misalnya, anak mengikuti kata-kata yang tidak pantas diucapkan. Dia sering mengucapkan kata-kata “kebun binatang,” jorok, bahkan porno.
Bukan salah anak bila dia melakukan hal demikian karena dia menirukannya dari lingkungan dan mungkin kita sendiri yang menyontohkannya. Bisa saja ketika bermain ia melihat seseorang mengucapkan kata-kata kasar sehingga ia menirunya.
Bila demikian Moms perlu memperbaikinya supaya tidak menjadi kebiasaan anak. Meskipun pada dasarnya anak tidak memahami apa yang dikatakannya namun dapat membuat citra diri anak menjadi negatif karena mengungkapkan kata-kata yang tidak pantas. Mungkin saja citra negatif anak akan berimbas kepada kita karena tidak mampu mengajarnya dengan baik. Yang lebih parah, bila kebiasaan ini terbawa hingga besar, anak akan mudah mengungkapkan kata-kata kotor dan porno ketika emosinya meningkat. Sayang kan!
Baca Juga: Jangan Khawatir Moms, Anak yang Suka Membeo, Itu Pertanda Bagus
Moms Harus Jadi Panutan Yang Baik
Sebelum peniruan negatif ini terjadi sebaiknya berikanlah contoh perkataan yang baik di depan anak. Misalnya, menghindarkan kata-kata “kebun binatang,” jorok, atau porno, meskipun pada saat itu kita sedang berada dalam kondisi emosi yang tinggi. Juga, hindari anak dari tontonan yang diprediksikan atau kita ketahui sering mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Banyak kan tayangan-tayangan dewasa yang disiarkan saat anak belum tidur, seperti sinetron, film, atau lawak.
Selain itu, dorong anak untuk mengucapkan kata-kata atau kalimat yang baik dan santun. Misalnya mengucapkan kata “halo”, “permisi”, “selamat siang”, “assalamualikum” saat bertemu orang yang lebih tua. Juga, ajarkan ia untuk berterimakasih saat diberikan sesuatu oleh kita atau orang lain juga mengucapkan permisi saat akan lewat di depan orang yang lebih tua. Nah, ketika dia mengucapkan kata-kata yang baik, beri respons secara positif. Tak salah bila kita memberikan pujian karena akan membuat si batita merasa tersanjung dan mau melakukannya lagi kelak. Untuk memperkuat perilakunya berikan reward yang lebih konkret dengan memeluk, membelai, atau menyiumnya.
Seringkali, kita kecolongan. Anak terlanjur menirukan kata-kata yang kurang pantas meskipun kita sudah menjaga perkataan yang baik di rumah. Ketelanjuran ini mungkin didapat anak lewat teman, tetangga, orang lain yang lebih tua, bahkan televise atau internet.
Baca Juga: Tahapan Perkembangan Motorik Anak Usia 4 Tahun, Perhatikan Hal ini
Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan :
- Jangan Merespon
Respon yang ekspresif malah membuat anak mengulangi dan mengulangi lagi perkataan negatifnya. Untuk itu jangan sekali-kali memberikan respon yang ekspresif seperti terkejut, marah, atau yang lainnya terhadap ucapan negatif anak. Sebaiknya bersikaplah tenang sambil mengisyaratkan sedikit bahwa anak tidak boleh mengucapkan hal tersebut. “Lo, kok, ngomongnya seperti itu!” misalnya.
- Beri Penjelasan
Anak usia ini sudah bisa diberikan penjelasan sederhana, untuk itu berikan penjelasan bila ia mengucapkan kata yang tidak pantas. Misalnya, ketika anak mengucapkan kata, “Mama monyet!” kita harus mengarahkannya. Bilang ke anak bahwa kata itu sangat kasar dan tidak pantas diucapkan. Kita bukan monyet tetapi manusia. Manusia tidak boleh dibilang monyet. Begitu pula ketika perkataan tersebut ditujukan ke temannya maka kita harus segera mengarahkannya.