Jika Anak Tak Membeo, Cermati Mungkin ada Gangguan Perkembangan Bahasanya

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Senin, 30 September 2024 | 15:24 WIB
Ngô Hoàng Gia Bảo/Pexels (Ngô Hoàng Gia Bảo/Pexels)
Ngô Hoàng Gia Bảo/Pexels (Ngô Hoàng Gia Bảo/Pexels)

SMARTPARENT.ID Kemampuan membeo atau menirukan perkataan orang lain adalah baik dan memang sangat ditunggu-tunggu. Anak terlihat lucu yang membuat kita gemas. Bayangkan, ia mengucap dengan ucapan yang terbatas, sehingga terdengar lucu.

Namun tidak semua anak membeo. Ada beberapa anak yang sepertinya terlihat cuek dengan ucapan-ucapan yang kita atau orang lain lontarkan. Tak sedikitpun dia berusaha menirukannya. Bila demikian yang terjadi sebaiknya kita perlu curiga kalau anak mungkin mengalami gangguan bicara/berbahasa. Berdasarkan penelitian, sekitar 3-15% anak mengalami telat bicara atau gangguan berbahasa yang lain. 

Baca Juga: Jangan Khawatir Moms, Anak yang Suka Membeo, Itu Pertanda Bagus

Gangguan ini terkait dengan fungsi reseptif dan ekspresif yang mungkin berjalan kurang baik. Fungsi reseptif adalah kemampuan anak untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, terhadap kejadian lingkungan sekitarnya, mengerti mimik dan nada suara, dan akhirnya mengerti kata-kata. Artinya anak dapat menerima informasi yang masuk untuk kemudian dipahaminya. Sedangkan fungsi ekspresif adalah kemampuan anak untuk mengutarakan pikirannya yang dimulai dari komunikasi praverbal (sebelum anak dapat berbicara), komunikasi dengan ekpresi wajah, gerakan tubuh, dan akhirnya dengan menggunakan kata-kata atau komunikasi verbal. Bila ada gangguan di otak dalam proses ini maka kemungkinannya anak tidak bisa melakukan peniruan dari apa yang dilihat dan didengarnya. Bila yang terganggu adalah proses peniruan berbahasa maka anak tidak akan membeo.

Ketidakmembeoan anak juga bisa dikarenakan memang ada gangguan di otak sehingga koordinasinya menjadi kacau. Hal ini seperti yang dialami oleh anak retardasi mental (idiot) maupun autis. Gangguan otak pada anak retardasi mental membuatnya tak mampu menerima maupun mengekspresikan peniruan. Namun untuk anak autis, terkadang ada yang mampu meniru. Hanya peniruannya dilakukan berulang-ulang tanpa maksud. Misalnya, ketika kita melarang anak untuk tidak memegang stop kontak listrik, “Tidak pegang listrik!” dia akan terus mengulangi kalimat itu hingga beberapa lama.

Baca Juga: Jika Anak Sudah Mulai Membeo, Contohkan ia Kata yang Baik-Baik ya Moms

Sebenarnya, kita bisa mendeteksi sendiri apakah si kecil mengalami gangguan berbicara atau tidak. Yakni dengan melihat tabel perkembangan dan pertumbuhan anak yang tercantum di kartu menuju sehat (KMS) atau buku-buku lain. Namun bila ternyata tidak sesuai dengan tabel jangan keburu memvonisnya terganggu, mungkin saja dia kurang distimulasi.

- 12-15 bulan : Kalimat Belum Jelas 

Saat usianya 12-15 bulan anak akan menambah kosa katanya sebanyak 4-6 kata. Dia mulai mengucapkan beberapa kata namun terdengar aneh karena kita tidak dapat memahaminya, disebut immature jargoning. Hal ini dilakukan untuk mencoba belajar mengeluarkan suara.

- 16-17 bulan : Mengucap dengan Benar

Seharusnya di usia ini anak sudah dapat menguasai 7-20 kata termasuk kata baru yang didapatnya. Bila sebelumnya kata-kata yang dikeluarkannya tidak jelas kini mulai terdengar bermakna. Namun begitu terkadang ada beberapa kata yang sulit kita pahami.

- 18 bulan : Mengucapkan dua Kata

Di usia 18 bulan anak sudah mulai dapat merangkai dua kata seperti “Mau makan,” “Mau susu,”  “Tidak mau,” dan sebagainya. Tak heran bila di usia ini anak sudah bisa menirukan kalimat yang terdiri dari dua kata.

Baca Juga: Biar Anak Jangkung dan Sehat, ini Pola Makan Bergizi untuk Anak Usia 4 Tahun

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB
X