SMARTPARENT.ID Ketika ingin memperkenalkan angka kepada batita, kita perlu melihat kemampuan anak. Apakah dia memang sudah bisa berinteraksi dengan baik atau tidak. Pada anak yang memiliki gangguan konsentrasi, perlu cara tersendiri karena tidak bisa disamakan dengan anak normal.
Namun yang jelas, mengenalkan angka pada anak harus dengan cara yang menyenangkan. Dan tak ada tututan anak wajib bisa atau tidak.
- Kenalkan Sambil Bermain
Tekniknya pun sangat sederhana, ketika sedang bermain di atas tempat tidur misalnya, ada dua bantal, kita bisa menggunakan dua bantal itu sebagai media. “Coba kita hitung, ada berapa bantal di atas tempat tidur kamu, satu… dua… di tempat tidur ada dua bantal.”
Atau ketika di atas tempat tidur ada boneka, bola, atau mainan lain, kita bisa menggunakan media tersebut, ajak anak untuk menghitung jumlah boneka yang ada. “Lihat, bonekanya ada satu,” atau “Bolanya ada dua, satu… dua…,” atau “ada tiga bebek-bebekanm stu… dua… tiga…” Secara perlahan, angka-angka tersebut akan masuk ke dalam pikiran anak selanjutnya anak mulai kenal dengan proses penghitungan.
Atau ketika sedang naik mobil, kita bisa meminta anak untuk menghitung gunung yang ada di kejauhan. Atau ketika kebetulan kita dan anak melihat simbol angka yang sangat besar di pinggir jalan, kita dapat mengajaknya untuk menyebut angka-angka tersebut. Pokoknya, banyak waktu yang bisa kita manfaatkan untuk mengajarkan anak berhitung.
Baca Juga: Moms, Boleh Lo Mengenalkan Angka kepada BATITA. Tapi…
- Lakukan Sambil Bernyanyi
Masih di atas tempat tidur, kita bisa mengajak anak bernyanyi sambil memperkenalkan angka. Bernyanyi bisa dilakukan siapa saja dan dengan bernyanyi pula anak bisa lebih dekat dengan sesuatu yang baru. “Umpamanya, ibu bisa bernyanyi lagu yang berbunyi, satu-satu aku sayang ibu, dua-dua juga sayang ayah, tiga-tiga sayang adik-kakak,” contoh Nina. Nyanyian ini, menurut Nina, merupakan pelajaran untuk memperkenalkan anak terhadap bilangan dan urutan. Angka satu, dua, kemudian tiga yang saling berurutan.
Lagu lain yang bisa digunakan misalnya, “Dua mata saya-hidung saya satu.” Lagu ini bisa mengajarkan anak terhadap jumlah, mata jumlahnya dua sedangkan hidung ada satu.
Lagu lain yang pemahamannya lebih kompleks, misalnya lagu, “Satu ditambah satu, sama dengan dua, dua ditambah dua sama dengan empat.” Selain pengenalan angka juga memperkenalkan anak terhadap penjumlahan. Mungkin kurang bisa dipahami anak, tetapi kalau sekadar pengenalan tak apa diberikan.
Baca Juga: Apa Saja Sih Mainan Edukatif Itu? Ini Ciri-cirinya Moms
- Kenalkan Secara Kongkret
Karena taraf pemikiran anak masih kongkret terkadang diperlukan media gambar untuk memperlihatkan bentuknya. Angka yang disertai gambar warna-warni bisa sangat menarik bagi anak. Selain anak mudah tertarik terhadap benda asing, keingintahuan anak pun sangat besar. Jika angka disajikan dalam bentuk menarik, berukuran besar, tertera dalam permainan balok, puzzle, terpampang di aneka perlengkapan bayi, atau di karpet bermainnya, sangat mudah membuatnya untuk konsen dengan apa yang kita kenalkan. Seringkali cara ini mempercepat anak terhadap pengenalan angka.