SMARTPARENT.ID Tidak semua mainan bisa dikatakan mainan edukatif. Sebab, yang disebut dengan mainan edukatif adalah mainan yang dapat memberikan stimulasi pada otak anak sehingga dapat meningkatkan kecerdasannya.
Mainan edukatif harus masuk dalam kategori berikut ini,
- Mainan untuk Anak balita,
Mainan ini sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita. Jika anak balita memainkannya diharapkan kecerdasannya pun meningkat lebih optimal.
Baca Juga: Mau si Kecil Lebih Cerdas? Berikan Ia Mainan Edukatif
- Bisa Multifungsi
Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan yang bisa kita lakukan sehingga stimulasi yang bisa diberikan pun bisa lebih beragam. Misalnya, sekali main bisa mengenalkan warna, melatih motorik, mengenal bentuk. Seperti permainan balok susun warna.
- Melatih Problem Solving
Pada beberapa mainan, saat memainkannya anak sekaligus diminta untuk melatih problem solving. Permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh.
- Melatih Konsep-Konsep Dasar
Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus. Mengenal konsep dasar ini penting untuk perkambangan kecerdasan otak anak.
- Melatih Ketelitian dan Ketekunan
Memainkan mainan edukatif tak hanya sekadar menikmati tetapi anak dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya. Saat menyusun puzzle misalnya, anak harus teliti dan tekun. Ini sebagai bentuk latihan demi meningkatkan kegigihan anak dalam mengerjakan sesuatu.
- Merangsang Kreativitas Anak
Permainan ini harus mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bermain balok susun misalnya, anak dituntut kreativitas dalam menciptakan bangunan. Membangun rumah, gedung bertingkat, jembatan, dan sebagainya.
Baca Juga: Mau Memberikan Mainan Edukatif Buat Anak? Ini Lo Moms Panduan Memilihknya Sesuai Usia Anak
Boleh Menggunakan Barang=Barang Bekas
Moms sangat bisa menggunakan benda-benda yang di sekeliling rumah sebagai sarana permainan edukatif. Misalnya, gelas plastik, bisa digunakan untuk ditumpuk-tumpuk. Hal ini akan melatih berbagai kemampuan dasar anak seperti motorik, kreativitas, ketekunan, kesabaran, dan lainnya. Atau bisa juga gelas-gelas tersebut dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar. Atau bisa dengan menggunakan dus-dus bekas yang saling ditumpuk atasu dimasukkan. Bisa juga saat beraktivitas di dalam kamar mandi dengan memasukkan air ke dalam ember dengan menggunakan ciduk. Intinya, banyak aktivitas yang bisa dilakukan di rumah menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah.
Baca Juga: Berapa Tinggi dan Berat Badan Anak Usia 2 Tahun? Ini Patokannya