Fantasi seperti ini sangat baik bagi pertumbuhan psikososial anak. Sebab, fantasi yang demikian tidak membuat anak menjadi takut. Sebab dia sudah berusaha untuk mengatasi rasa takutnya dengan menciptakan fantasi yang baik-baik sehingga rasa takutnya pun akan menghilang.
Lain halnya dengan anak yang seringkali berfantasi negatif. Misal, macan yang sering disebut oleh ibunya memang benar-benar menakutkan. Mungkin dalam benaknya, macan tersebut sedang mengaum dan siap menyergapnya. Dengan fantasi seperti ini, biasanya anak akan merasa cemas terhadap fantasinya sendiri. Bentuk ketakutannya ini terlihat ketika anak tidak mau jauh dari ibunya, semakin lengket dengan ibunya, suka nangis, atau dia malah menjadi uring-uringan.