SMARTPARENT.ID Membereskan kamar sendiri? Meskipun masih balita, sudah bisa kok mengajarkan anak membereskan kamar tidurnya. Membereskan kamar merupakan satu bentuk latihan yang dapat mengembangkan sikap dan kepribadian positif anak.
Yang terpenting anak sudah mulai dikenalkan dengan sebuah tanggungjawab baru, yaitu mengatur sendiri kamarnya. Bila sejak kecil sudah mulai dikenalkan maka kebiasaan ini bisa berlanjut hingga dewasa dan anak akan lebih pandai menata kamar.
Baca Juga: Si Kakak Menyakiti Adik? Mungkin Egonya Masih Tinggi
Ada banyak manfaat yang bisa didapat anak lewat pengajaran ini, misalnya :
- Membangun Sikap Kemandirian
Membereskan kamar tidur sendiri dapat membangun sikap kemandirian anak. Pasalnya, anak diajarkan untuk mulai mengelola kamarnya sendiri. Dia tidak terus menerus menggantungkan masalah kamar ke orang lain, pembantu misalnya. Bila hal ini dapat dilakukan anak dengan baik maka lambat laun sikap kemandiriannya pun akan tumbuh dengan baik pula.
- Melatih Tanggung Jawab
Siapa yang harus meletakkan bantal dan guling dengan benar? Bila kita sudah mengajarkannya ke anak tentu dia tahu bahwa dialah yang harus melakukannya. Nah, dengan kesadaran seperti ini berarti kita melatih tanggung jawab kepada anak. Anak akan merasa bertanggung jawab untuk meletakkan bantal dan guling dengan benar.
- Terbiasa dengan Kerapihan
Sikap rapih pun bisa dimunculkan lewat mengajak anak membereskan kamar tidur. Misalnya, saat kita meminta anak meletakkan posisi alat tulis di mejanya, meminta anak untuk meletakkan mainan di dalam loker, dan lainnya. Dengan hal-hal seperti ini anak sudah diajarkan untuk menjaga kerapihan dengan meletakkan sesuatu di tempatnya.
- Menjaga Kebersihan
Banyak anak yang tidak peduli dimana dia harus membuang sisa makanan. Bila kita meminta anak untuk membuangnya di tempat sampah maka kita sudah mengajarkan kebersihan. Untuk itu, sediakan keranjang sampah kecil di sisi tempat tidurnya supaya anak bisa dengan mudah membuang sampah.
Baca Juga: Moms, Perilaku Orangtua yang Keliru Bisa Membuat Anak Mudah Panik Lo.
Jangan Dipaksa Bila Tak Mood
Mengingat usianya yang masih sangat muda maka kita tidak boleh mengharapkan hal yang terlalu tinggi kepada anak. Misalnya, anak harus sudah bisa merapikan seprei dengan baik, mengatur letak bantal dan guling secara proporsional, mengepel lantai, dan sebagainya. Selain sulit, pengharapan yang terlalu tinggi ini seringkali disertai pemaksaan-pemaksaan sehingga tidak baik untuk pertumbuhan pribadi anak. Bisa saja pemaksaan seperti ini malah menjadi bumerang bagi kita, anak tidak menurut malah membangkang. Walhasil proses pendidikan yang kita lakukan pun menjadi percuma. Berikut beberapa hal yang perlu kita lakukan supaya arahan kita bisa bermanfaat positif untuk anak.
- Jelaskan Kenapa Ia Harus Membereskan Kamar
Sebelum meminta anak membereskan kamarnya cobalah jelaskan bahwa anak sudah punya kamar sendiri dan dia harus mulai melakukan beres-beres kamar. Jelaskan dengan bahasa sederhana kenapa ia perlu melakukannya. “Soalnya ini kamar adek, jadi adek perlu merawatnya dengan baik!” misalnya. Lalu kenalkan satu persatu isi kamar dan apa saja yang perlu kita lakukan dengan barang-barangnya itu. “Lihat dek, mama meletakkan bantal dan guling di sini, nanti kamu letakkannya di sini juga ya!” misalnya.
- Bereskan Kamar Berdua