SMARTPARENT.ID Meski penyebab kepanikan pada anak sangat beragam namun tetap bisa ditelusuri. Biasanya karena pengaruh lingkungan, pola mendidik, atau bahkan karena sikap dasar anak yang mudah panik.
Baca Juga: Menitipkan Anak ke Kakek-Nenek? Boleh Saja Tapi Bikin Aturan Main yang Baik
Berikut beberapa perilaku orangtua yang dapat membuat anak mudah sekali panic.
- Orang Tua Mudah Panik, Anak pun Demikian
Di usia balita, anak sangat mudah meniru apa yang dilihat dari lingkungannya, termasuk perilaku panik yang sering diperlihatkan orang tuanya. Bila orang tua mudah panik maka kemungkinannya anak akan mudah sekali panik. Banyak, kan, disadari atau tidak, orang tua sering berperilaku panik di depan anaknya. Contohnya, ketika sang ayah pulang dari kantor kemudian dengan panik si ibu berkata, “Ayo cepat pakai bajumu Ayah sudah pulang, nanti kalau bertemu ayah kamu, kan, sudah rapi!” Bila kalimat ini sering didengar anak maka lambat laun akan membentuk pribadi anak yang mudah panik.
Perilaku seperti ini sebaiknya dihindari. Kalaupun anak ingin terlihat rapi di depan ayahnya, ucapkan kalimat tersebut dengan tenang. Jangan menunjukkan kepanikan.
- Orangtua yang Suka Tergesa dan Cerewet
Kepanikan anak pun bisa timbul karena kebiasaan orang tua yang sering berlaku tergesa-gesa, berkata terlalu cepat, sehingga terkesan cerewet. Anak yang hidup di lingkungan seperti ini bisa saja membentuk kepribadian yang mudah panik karena sering menghadapi perilaku ibunya yang cerewet. Ketika sedang bermain misalnya, anak mungkin akan selalu dihantui oleh kecerewetan ibunya. “Wah, jangan-jangan ibu datang dan memintaku untuk istirahat, makan, atau belajar!” misalnya. Kepanikan yang semula hanya terhadap ibunya mungkin saja meluas ke orang lain. Ketika sedang bermain di tetangga misalnya, anak sering merasa tidak nyaman, “Wah, jangan-jangan Tante Mirna seperti ibu, cerewet. Kalau aku dimarahi gimana, nih?” misalnya.
Tunjukkan kepada anak perilaku yang tenang, tidak cerewet tapi tegas, biasakan untuk tidak terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Bila demikian, anak akan melihat perilaku positif orangtuanya sehingga ia pun merasa lebih tenang.
Baca Juga: Ajak Balita Makan di Meja Makan Yuk Moms! Ini 11 Langkah yang Bisa Dilakukan
- Karakter Bawaan
Pada anak tertentu, sifat panik muncul karena memang sudah dari sananya. Sejak lahir kepribadian anak sangat sensitif terhadap kejadian di lingkungannya. Ada anak yang mudah panik ketika menghadapi sesuatu, bertemu badut misalnya. Biasanya, kepanikan yang menjadi sifat bawaan ini dipengaruhi oleh situasi saat ibu sedang mengandungnya. Mungkin karena pengalamannya yang buruk sehingga si ibu seringkali panik sehingga nantinya berimbas kepada anaknya.
Jika Moms melihat anak seperti ini, latihlah ia untuk tidak mudah panic. Bimbing ia untuk bersikap tenang, berani menghadapi sesuatu, meningkatkan rasa percaya dirinya, dan sebagainya. Tetapi jika bimbingan ini terasa sulit, Moms bisa berkonsultasi ke psikolog. Mungkin anak butuh terapi khusus.
- Mudah Panik Karena Terbiasa Ditakut-takuti