- Orangtua yang Terlalu Menuntut
Anak yang over reponsibility atau anak yang terlalu dituntut untuk bertanggung jawab, padahal di luar kemampuan usianya, Tisna menganggap, hal ini dapat menyumbang terhadap pembentukkan perilaku perfeksionis. Misalnya, anak usia 3 tahun harus bisa menjaga dan melindungi adiknya yang masih bayi, harus bisa membeli telur di warung, harus bisa membereskan tempat tidur sendiri, dan sebagainya. Padahal sebenarnya, tuntutan seperti itu belum sesuai dengan kemampuan usianya. Namun karena tuntutan orangtua yang terlalu besar membuat anak mau tidak mau harus melakukannya. Lambat laun, karena terbiasa dengan berbagai tanggung jawab maka sikap perfeksionis akan semakin terpupuk.
- Orangtua yang Over Critic
Demikian pula dengan orang tua yang over critic, yakni selalu memberikan kritik yang berlebihan. Hal ini akan membuat anak untuk tampil atau menghasilkan sesuatu sesempurna mungkin demi menghindari kritikan atau memenuhi kemauan orangtuanya. Contoh kecil, ketika anak tidak mampu mengikat tali sepatunya, orang tua mengkritik, “Masak begitu saja tidak bisa!” Bila terus menerus dikritik seperti itu maka anak akan berusaha dan berusaha untuk memperbaikinya. Yang akhirnya, anak terbiasa dengan sesuatu yang benar dan akhirnya segala sesuatunya harus dilakukan dengan tepat. Bila anak melakukan kesalahan, kemudian berbagai teguran diterimanya maka akan membuatnya takut dan berusaha untuk melakukan sesuatunya dengan benar. Dia tidak akan berhenti mengerjakan atau meminta sesuatu sampai dia merasa terpuaskan.
Baca Juga: Bila Anak “Mencuri” Benda Milik Temannya, Ini yang Moms Perlu Lakukan