Tanyakan kepada anak alasan dia mengambil benda miliki orang lain. Biasanya karena anak menginginkan sekali benda tersebut. Jika memungkinkan, kabulkan keinginannya dengan cara membelikan benda yang diinginkannya supaya ia tidak mencuri. Kemudian kita bisa mengajak anak dan temannya bermain bersama. Tentu sangat menyenangkan buat anak.
- Memberikan Pemahaman Konsep Milik
Kita harus memberikan pemahaman pada anak perbedaan antara "ini milik kamu" dan "ini milik saya." Ketika anak memegang mobil-mobilan yang baru dibelikan, kita jelaskan bahwa itu miliknya, ia harus merawatnya, memeliharanya, dan memainkannya dengan baik. Sebaliknya, ketika kita melihat anak mengambil mobil-mobilan milik temannya, katakan padanya bahwa itu bukan miliknya dan minta anak untuk mengembalikannya. Lambat laun anak akan memahami mana miliknya dan mana bukan miliknya. Miliknya boleh dimainkan sepuasnya, yang bukan miliknya perlu dikembalikan dan meminta izin jika ingin meminjamnya.
- Biasakan Anak Meminta Izin
Di momen ini kita bisa mengajari anak untuk membiasakan diri meminta izin ketika ingin memainkan mainan atau benda lain milik temannya. “Adek, ini kan bukan milikmu, kita harus minta izin dulu kalau ingin memainkannya!” misalnya. Selain mengajari anak meminta izin ajari pula bagaimana memelihara mainan yang dipinjam dan kapan harus dikembalikan.
- Moms Jangan Memarahi
Anak “mencuri” kan karena ia belum paham bahwa tindakan itu tidak boleh dilakukan. Karena itu sebaiknya kita tidak memarahinya, memaki, apalagi merebut benda yang “dicurinya” sambil melakukan kekerasan fisik. Kita harus sabar, jelaskan dan arahkan agar ia tidak melakukannya kembali.
- Mencukupi Kebutuhan Anak
Penting sekali mencukupi kebutuhan anak. Misalnya, di usia ini anak senang sekali dengan aneka ragam mainan. Sedapat mungkin berikan fasilitas mainan kepada anak. Jika hal ini terpenuhi maka akan terpuaskan sehingga ia tidak perlu mengambil benda atau mainan milik temannya. Demikian pula dengan hal lain seperti gizi, perlengkapan sekolah, aksesoris pakaian, dan lainnya sehingga anak tidak tergoda untuk “mencuri.”
- Berikan Perhatian Cukup
Beberapa anak, disamping keinginannya yang tak tertahankan, ia pun mengalami ketidakstabilan emosi. Biasanya karena anak tidak mendapatkan perhatian yang cukup secara moril. Misalnya, orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor, ia tidak berada di samping anak untuk memberikan perhatian yang berkualitas. Meski ia sudah dipenuhi dengan fasilitas mencukupi namun emosinya tidak stabil ia bisa saja “mencuri” bila ada keinginannya yang muncul secara tiba-tiba. Misalnya, melihat boneka temannya sementara ia belum memilikinya di rumah. Sebaiknya, moril dan materil diberikan secara seimbang sehingga anak tumbuh dengan emosi yang stabil.
Baca Juga: Si Kaka Kok Suka Cemburu ke Adik. Kenapa Ya?