5. Pengaruh lingkungan
Lingkungan tempat anak tinggal, seperti aksesibilitas terhadap makanan tidak sehat, keberadaan iklan makanan yang kurang sehat, serta kurangnya taman atau fasilitas olahraga untuk anak-anak, dapat memengaruhi kecenderungan obesitas.
6. Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi
Orang tua yang kurang memahami pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang memiliki kemungkinan untuk memberi makanan yang tidak sehat kepada anak-anak mereka secara berlebihan.
Baca Juga: Cara Mudah Mengatasi dan Mencegah Kadar HB Rendah saat Hamil
7. Kondisi kesehatan tertentu
Beberapa kondisi kesehatan, seperti gangguan hormonal atau ketidakseimbangan kimia dalam tubuh, juga dapat menjadi faktor penyebab obesitas pada anak balita.
8. Pengaruh budaya dan sosial
Budaya yang mendorong konsumsi makanan berkalori tinggi dalam jumlah besar atau norma sosial yang menganggap gemuk sebagai simbol kekayaan dan status juga dapat memengaruhi pola makan anak-anak.
9. Kebiasaan tidur yang buruk
Kurangnya tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme, sehingga meningkatkan risiko obesitas.
Baca Juga: Gigi Bungsu Kapan Tumbuh dan Perlukah Dicabut?
10. Pola makan selama kehamilan dan masa menyusui
Pola makan ibu selama kehamilan dan masa menyusui dapat memengaruhi risiko obesitas pada anak balita.
Konsumsi makanan tidak sehat oleh ibu saat hamil juga dapat memberikan dampak negatif pada bayi.
Artikel Terkait
Ukuran Sepatu Anak 1-3 Tahun Lengkap, Sesuai Ukuran Telapak Kaki
Berat Badan Ideal Anak 3 dan 4 Tahun
8 Tips Pemberian Makanan Bergizi untuk Anak Usia 4 dan 5 Tahun