Informasi lebih lanjut mengenai wabah global tersedia di sini , termasuk informasi mengenai respons masyarakat untuk mengendalikan wabah ini.
Pada tahun 2022, wabah mpox akibat clade I terjadi di kamp pengungsi di Republik Sudan.
Sejak 2022, terjadi peningkatan kasus dan kematian akibat mpox di Republik Demokratik Kongo.
Baca Juga: Kasusnya Terus Meningkat, Ternyata ini Cara Penularan Virus Mpox pada Anak
Di beberapa wilayah negara tersebut, cabang baru klade I, yang disebut klade Ib, telah menyebar dari orang ke orang. Hingga pertengahan 2024, klade tersebut juga telah dilaporkan di negara-negara lain.
Lebih dari 120 negara telah melaporkan mpox antara Januari 2022 – Agustus 2024, dengan lebih dari 100.000 kasus yang dikonfirmasi oleh laboratorium dan lebih dari 220 kematian di antara kasus-kasus yang dikonfirmasi.
Tanggapan WHO
WHO bekerja dengan Negara-negara Anggota dan mitranya untuk mencegah dan merespons wabah mpox.
Hal ini termasuk mengoordinasikan penelitian mengenai vaksin dan pengobatan, memperkuat sistem kesehatan negara, dan berupaya memfasilitasi akses yang adil terhadap vaksin, terapi, diagnostik, dan alat-alat lainnya.
Baca Juga: Kenali Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, Begini Cara Stimulasinya
Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus telah dua kali menyatakan mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC), pertama pada Mei 2022 dan kedua pada Agustus 2024.
Artikel Terkait
Sudah Renggut Nyawa, ini Ancaman Virus Oropouche yang Perlu Diwaspadai
Kasusnya Terus Meningkat, Ternyata ini Cara Penularan Virus Mpox pada Anak
6 Fakta Penting dan Terbaru Terkait Penyakit Virus MPOX, Salah Satunya Vaksinnya Telah Tersedia
Duh, WHO Virus MPOX Berbahaya Bagi Ibu Hamil, Picu Cacat dan Keguguran
Beda dengan Cacar Biasa, Kenali Gejala Virus Mpox atau Cacar Monyet yang Khas
Cara Mendiagnosa Penyakit Virus Mpox, Ternyata Tidak Mudah!