Sejarah Virus Mpox, Ternyata Sudah Ditemukan Sejak 1958 di Denmark

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:00 WIB
Virus ini ternyata sudah lama ada, ditemukan di Denmark (Alexandra Koch/pixabay)
Virus ini ternyata sudah lama ada, ditemukan di Denmark (Alexandra Koch/pixabay)

SMARTPARENT.ID -  Mpox, yang dikenal sebelumnya sebagai cacar monyet, terus menimbulkan kekhawatiran global termasuk di Indonesia, di mana kasus terus bertambah.

Hingga kini, lebih dari 100.000 kasus telah dilaporkan di lebih dari 120 negara sejak 2022, dengan angka kematian yang terus meningkat.

WHO telah memberikan peringatan keras mengenai ancaman penyakit ini, dan Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, telah dua kali menetapkan mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC).

Baca Juga: Cara Mendiagnosa Penyakit Virus Mpox, Ternyata Tidak Mudah!

Di Indonesia sendiri, peningkatan jumlah kasus menegaskan urgensi untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini.

Virus cacar monyet ditemukan di Denmark (1958) pada monyet yang dipelihara untuk penelitian. Kasus mpox pada manusia yang pertama kali dilaporkan terjadi pada anak laki-laki berusia sembilan bulan di Republik Demokratik Kongo (1970).

Setelah pemberantasan penyakit cacar pada tahun 1980 dan berakhirnya vaksinasi cacar di seluruh dunia, mpox terus muncul di Afrika tengah, timur dan barat.

Sejak itu, mpox telah dilaporkan secara sporadis di Afrika tengah dan timur (klade I) dan Afrika barat (klade II). Pada tahun 2003, wabah penyakit di Amerika Serikat disebabkan oleh impor hewan liar (klade II).

Baca Juga: Beda dengan Cacar Biasa, Kenali Gejala Virus Mpox atau Cacar Monyet yang Khas

Sejak tahun 2005, ribuan kasus dilaporkan di Republik Demokratik Kongo setiap tahunnya. Pada tahun 2017, mpox muncul kembali di Nigeria dan terus menyebar di antara orang-orang di negara tersebut dan pada wisatawan yang datang ke tujuan lain.

Data kasus suspek dan kasus terkonfirmasi yang dilaporkan hingga tahun 2021 tersedia di sini dan data kasus terkonfirmasi laboratorium dari tahun 2022 hingga saat ini tersedia di sini .

Pada Mei 2022, wabah mpox muncul secara tiba-tiba dan menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa, Amerika, dan enam wilayah WHO.

Wabah global ini terutama berdampak (tetapi tidak hanya) terhadap kaum gay, biseksual, dan laki-laki lain yang berhubungan seks dengan laki-laki dan telah menyebar dari orang ke orang melalui jaringan seksual.

Baca Juga: Duh, WHO Virus MPOX Berbahaya Bagi Ibu Hamil, Picu Cacat dan Keguguran

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: who.int

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X