Mirip Fase saat HIV/AIDS Menyebar, WHO Umumkan Darurat Kesehatan Internasional atas Wabah Mpox

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Rabu, 28 Agustus 2024 | 13:06 WIB
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (instagram @drtedros)
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (instagram @drtedros)

SMARTPARENT.ID - Di Indonesia, virus ini sudah mulai menyebar, bahkan di DKI Jakarta angkanya sudah meningkat drastis. 

Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada 59 orang yang terkena virus cacar monyet sampai 27 Agustus 2024.

Virus ini sudah mewabah di dunia dan membuat WHO turun tangan.

Baca Juga: Mengenali Anak Berkebutuhan Khusus, Ungkap Potensi Anak Disabilitas

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan wabah Mpox di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan beberapa negara di Afrika sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC).

Dilansir dari Hindustan Times, Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers terbaru.

Peningkatan tajam kasus Mpox di Afrika menimbulkan kekhawatiran global, terutama karena penyebarannya mulai menyerupai fase awal wabah HIV.

“Mpox telah dilaporkan di Republik Demokratik Kongo selama lebih dari satu dekade, dan jumlah kasusnya meningkat secara signifikan setiap tahun,” ujar Dr. Tedros.

Baca Juga: Nyalakan Tanda Bahaya! Kasus Penyakit MPOX Meningkat di DKI Jakarta, ini Gejalanya

Tahun lalu, jumlah kasus yang dilaporkan meningkat drastis, dan hingga saat ini, lebih dari 14.000 kasus dengan 524 kematian telah tercatat di DRC saja.

Dr. Tedros menjelaskan bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, terutama dengan munculnya varian baru Mpox di bagian timur DRC dan penyebarannya ke negara-negara tetangga yang sebelumnya tidak pernah melaporkan kasus Mpox.

"Situasi ini merupakan kondisi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," tambahnya.

Baca Juga: Status Darurat Global Cacar Monyet Mpox, Begini SIkap WHO dan Respons di Indonesia

WHO bersama African CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika) telah bekerja di lapangan, mendukung investigasi kasus, pelacakan kontak, komunikasi risiko, dan keterlibatan komunitas.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Hindustan Times

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X