Mereka juga melatih tenaga kesehatan dan membantu negara-negara terdampak untuk mendapatkan akses ke vaksin serta mengembangkan strategi untuk distribusinya.
“Kami berada di lapangan, mendukung investigasi kasus, pelacakan kontak, komunikasi risiko, dan keterlibatan komunitas.
Kami juga melatih tenaga kesehatan dan mendukung para klinisi untuk memberikan perawatan yang tepat,” jelas Dr. Tedros.
Baca Juga: Indonesia Catat 88 Kasus Mpox Tanpa Temuan Varian Clade Ib
Untuk mendanai upaya penanganan wabah ini, WHO telah merilis dana darurat sebesar 1,5 juta dolar AS dan terus mengajukan permohonan bantuan kepada para donor untuk memenuhi kebutuhan dana lebih lanjut.
Di Afrika, WHO mencatat bahwa sebagian besar negara memiliki sistem pengawasan yang efektif, meskipun ada beberapa kekhawatiran bahwa beberapa kasus mungkin terlewatkan.
Baca Juga: Sudah Renggut Nyawa, ini Ancaman Virus Oropouche yang Perlu Diwaspadai
Namun, Dr. Tedros menyatakan keyakinannya bahwa “wabah besar tidak akan terlewatkan oleh sistem ini.”
Mpox kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian dan kerjasama internasional yang lebih kuat.
Dengan langkah-langkah yang diambil ini, WHO berharap dapat mencegah penyebaran lebih lanjut, memberikan perawatan yang tepat kepada mereka yang terinfeksi, dan menyelamatkan nyawa di seluruh dunia.
Baca Juga: Bahaya Makanan Mentah bagi Ibu Hamil, Berpotensi Banyak Virus?
Artikel Terkait
Bahaya Makanan Mentah bagi Ibu Hamil, Berpotensi Banyak Virus?
Ini Beda Virus Meningitis dengan Empty Sella Syndrome yang Diderita Mendiang Olga Syahputra dan Ruben Onsu
Virus Oropuche Renggut Satu Nyawa di Brazil, Ketahui Lebih Jauh Penyakit ini
Sudah Renggut Nyawa, ini Ancaman Virus Oropouche yang Perlu Diwaspadai