SMARTPARENT.ID - Dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang penyebaran dan penanganan cacar monyet (Mpox) di DKI Jakarta, kita perlu waspada.
Sebab, hingga 19 Agustus 2024, Jakarta telah melaporkan hampir 60 kasus Mpox, dengan sebagian besar kasus tersebar di delapan kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, berupaya memberikan penjelasan mendetail mengenai perkembangan kasus, kelompok rentan, dan upaya pencegahan yang dilakukan.
Baca Juga: Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Bila Rutin Mengonsumsi Jeruk
Hingga 19 Agustus 2024, DKI Jakarta telah mencatat hampir 60 kasus Mpox, dengan 11 kasus tersebar di delapan kecamatan: Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Pasar Minggu, Tanah Abang, dan Tanjung Priok.
Laporan Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan, semua kasus ditemukan pada individu berusia 21 hingga 50 tahun.
Rincian kasus pada tahun 2024 menunjukkan bahwa enam kasus teridentifikasi pada Januari, tiga kasus pada Februari, dan masing-masing satu kasus ditemukan pada Mei dan Juni.
Baca Juga: Film Harold and The Purple Crayon; Kegigihan Harold Mencari Old Man
Menanggapi status darurat global Mpox yang diumumkan oleh WHO, Dinkes DKI Jakarta meningkatkan pengawasan dan pemantauan, termasuk pelaporan kasus melalui rumah sakit dan puskesmas.
Studi kasus kontrol mengidentifikasi kelompok rentan sebagai laki-laki usia 20-40 tahun, terutama yang bekerja di luar rumah, serta mereka yang berisiko tinggi seperti LSL, biseksual, HIV positif, dan individu dengan infeksi menular seksual. Kelompok ini menjadi fokus dalam program edukasi dan vaksinasi.
Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Aspirin Selama Kehamilan?
Saat ini, 495 orang telah menerima dosis pertama vaksin Mpox, dan 430 orang telah menerima dosis kedua. Tersisa 42 vial vaksin yang akan digunakan sesuai kebutuhan.
Gejala Mpox meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, serta ruam atau lesi berbentuk lenting kecil berwarna keputihan dengan bagian tengah gelap.
Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan kasus Mpox dapat diminimalisasi dan masyarakat tetap waspada serta aktif dalam pencegahan penyebaran penyakit ini.
Artikel Terkait
Sakit Telinga pada Anak, Begini Gejala dan Cara Mengatasinya
Pengobatan Tepat Sakit Telinga pada Anak, Ternyata Begini Caranya
Manfaat Apel Bagi Ibu Hamil, Bikin Tubuh Sehat dan Tidak Mudah Sakit
Ternyata ini Topik Mom Shaming Terbanyak, Salah Satunya Selalu Disalahkan Saat Anak Sakit
Sukrosa Bisa Hilangkan Sakit pada Bayi? Begini Penjelasannya