Ini Beda Virus Meningitis dengan Empty Sella Syndrome yang Diderita Mendiang Olga Syahputra dan Ruben Onsu

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Jumat, 31 Mei 2024 | 22:05 WIB
Ternyata ini bedanya dua penyakit yang diderita olga syahputra dan ruben onsu, yaitu meningitis dan empty sella syndrome (instagram/@eruben_onsu, olga syahputra)
Ternyata ini bedanya dua penyakit yang diderita olga syahputra dan ruben onsu, yaitu meningitis dan empty sella syndrome (instagram/@eruben_onsu, olga syahputra)

ESS Sekunder terjadi akibat kerusakan pada kelenjar pituitari di dalam rongga sella turcica setelah cedera, pembedahan, atau terapi radiasi.

Orang dengan ESS Sekunder kadang-kadang memiliki gejala yang mencerminkan hilangnya fungsi kelenjar pituitari, seperti:

  • Berhentinya menstruasi
  • Infertilitas
  • Kelelahan
  • Intoleransi terhadap stres dan infeksi
  • Pada anak-anak, ESS mungkin berhubungan dengan pubertas dini, defisiensi hormon pertumbuhan, tumor pituitari, atau disfungsi kelenjar pituitari.Pencitraan resonansi magnetik (MRI) berguna dalam mengevaluasi ESS.

Pengobatan untuk ESS biasanya bersifat simtomatik dan suportif karena kondisi ini bukanlah kondisi yang mengancam jiwa, kecuali jika menyebabkan masalah medis lain.

Baca Juga: Waspadai Penyakit Tipes, Bagaimana Gejala Demam Tifoid Ini?

Pelajari Tentang Uji Klinis

Uji klinis adalah studi yang membantu kita memahami lebih banyak tentang kelainan dan meningkatkan perawatan.

Mereka dapat membantu menghubungkan pasien dengan pilihan pengobatan baru.

Bagaimana Anda atau orang yang dikasihi dapat membantu meningkatkan perawatan bagi penderita ESS?

Pertimbangkan untuk berpartisipasi dalam uji klinis sehingga dokter dan ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang ESS dan kelainan terkait.

Penelitian klinis menggunakan sukarelawan untuk menemukan cara yang lebih baik untuk mendeteksi, mengobati, atau mencegah penyakit dengan aman.

Dibutuhkan berbagai jenis relawan – mereka yang sehat maupun yang mungkin memiliki penyakit – dari segala usia, jenis kelamin, ras, dan etnis yang berbeda untuk memastikan bahwa hasil penelitian berlaku untuk sebanyak mungkin orang, dan bahwa pengobatan akan aman dan efektif bagi semua orang yang akan menggunakannya.

Sudah jelas kan bedanya dua penyakit yang diderita olga syahputra dan ruben onsu, yaitu meningitis dan empty sella syndrome

 Baca Juga:   Waspada Penyakit Hirschsprung, Kenali Gejala dan Penanganannya

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: Mayo Clinic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X