kehamilan

Moms, Yuk Mengenal Jenis Kontrasepsi Hormonal

Selasa, 31 Desember 2024 | 12:29 WIB
Alat Kontrasepsi Hormonal (Irfan H/Bing)

SMARTPARENT.ID Sesuai namanya, kontrasepsi hormonal menggunakan hormon, dari progesteron sampai kombinasi estrogen dan progesteron. Prinsip kerjanya, hormon progesteron mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur, mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sulit ditembus sperma, membuat lapisan dalam rahim menjadi tipis dan tidak layak untuk tumbuhnya hasil konsepsi, saluran telur jalannya jadi lambat sehingga mengganggu saat bertemunya sperma dan sel telur.

Baca Juga: Tetap Subur Setelah Lepas KB? Ini Caranya

Mengingat kontrasepsi hormonal yang berperan besar dalam “mengganggu” kesuburan ibu, maka perlu dilihat keuntungan dan kerugian pemakaiannya.

- Suntikan

KB suntikan mengandung hormon sintetik yang dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. Sedangkan untuk suntikan 3 bulanan mengandung Depoprovera, setiap 10 minggu Norigest, dan setiap bulan Cyclofem. Tingkat kegagalannya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.

Keuntungannya, suntikan tidak mengganggu produksi ASI. ASI masih tetap berproduksi lancar juga mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar.

Namun, biasanya ibu akan mengalami peningkatan berat badan karena nafsu makan meningkat. Lapisan dari lendir rahim pun akan menipis sehingga darah haid yang keluar sedikit. Bahkan pada beberapa ibu bisa saja haid yang keluar berupa bercak atau tidak haid sama sekali dan perdarahan yang tidak menentu.

- Pil atau Tablet

Kontrasepsi pil atau tablet bertujuan meningkatkan efektifitas, mengurangi efek samping, dan meminimalkan keluhan. Tak heran bila banyak wanita yang lebih memilih kontrasepsi ini.

Pil ini tersedia dalam berbagai variasi. Ada yang hanya mengandung hormon progesteron saja, ada pula kombinasi antara hormon progesteron dan estrogen dengan diminum setiap hari secara teratur.

Ada dua cara meminumnya yaitu sistem 28 dan sistem 22/21. Sistem 28, pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Sedangkan sistem 22/21, minum pil terus-menerus, kemudian dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapat kesempatan menstruasi. Jadi, dibuat dengan pola pengaturan haid (sekuensial).

Baca Juga: Cara Mendapatkan Kehamilan Anak Laki-laki atau Perempuan dengan Cara Tradisional

Keuntungan penggunaan pil dan tablet, dapat meningkatkan libido sekaligus untuk pengobatan penyakit endometriosis, haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid. Selain itu efektifitasnya hingga 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7 wanita yang hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun.

Namun ibu perlu memahami dampak dari penggunaan pil, misalnya sifat khas kontrasepsi hormonal yang berkomponen estrogen menyebabkan mudah tersinggung, tegang, berat badan bertambah, menimbulkan nyeri kepala, pusing, bercak hitam di kulit wajah, perdarahan banyak saat menstruasi, mempengaruhi fungsi hati dan ginjal, juga mengganggu produksi ASI. Sedangkan yang berkomponen progesteron menyebabkan payudara tegang, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama kering.

Halaman:

Tags

Terkini

Mitos dan Fakta Seputar Pola Makan Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:40 WIB

Ini Dia Asupan Buah Terbaik untuk Ibu Hamil

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:34 WIB