SMARTPARENT.ID - Morning sickness adalah salah satu gejala awal kehamilan yang paling umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama.
Meski namanya "morning sickness," mual dan muntah ini tidak terbatas pada pagi hari.
Gejala ini bisa terjadi kapan saja, bahkan sepanjang hari, sehingga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian wanita.
Baca Juga: Perbedaan Tanda Awal Kehamilan dengan Gejala PMS
Namun, penting untuk memahami perbedaan antara morning sickness yang normal dan kondisi serius seperti hiperemesis gravidarum, agar ibu hamil bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Apa Itu Morning Sickness?
Morning sickness biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan dan sering mereda setelah minggu ke-12 atau ke-14.
Gejala ini terkait dengan perubahan hormon, khususnya peningkatan human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen, yang memengaruhi sistem pencernaan dan memicu rasa mual.
Gejala umum morning sickness:
Mual ringan hingga sedang, sering kali dipicu oleh bau tertentu atau saat perut kosong.
Muntah yang terjadi sesekali, tetapi tidak sampai menyebabkan dehidrasi atau kehilangan berat badan yang signifikan.
Rasa mual yang biasanya membaik setelah makan kecil atau minum air.
Meski merepotkan, morning sickness biasanya tidak membahayakan janin dan dianggap sebagai tanda kehamilan yang sehat.
Baca Juga: Moms, Yuk Pilih-Pilih Peralatan Makan untuk Anak
Kapan Morning Sickness Menjadi Tidak Normal?
Jika mual dan muntah menjadi sangat parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari atau membahayakan kesehatan ibu, kondisi ini mungkin mengarah pada hiperemesis gravidarum.
Hiperemesis gravidarum adalah bentuk morning sickness yang berat, dengan gejala: