SMARTPARENT.ID - Kalsium laktat masuk ke dalam kategori kehamilan C menurut FDA. Artinya, belum ada penelitian tentang pengaruhnya pada kehamilan manusia.
Untuk itu, sebaiknya kalsium laktat hanya digunakan saat kehamilan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
Kalsium sangat penting bagi janin dalam kandungan. Janin sepenuhnya bergantung pada ibunya untuk semua kebutuhan nutrisi, termasuk kalsium, oksigen, dan pembuangan zat-zat sisa.
Pada trimester terakhir kehamilan, janin mulai mengumpulkan banyak kalsium untuk perkembangan tulangnya.
Wanita hamil sebaiknya mendapatkan asupan kalsium harian sekitar 1.200 mg, lebih tinggi dari orang dewasa non-hamil yang hanya membutuhkan sekitar 400 mg per hari.
Baca Juga: Apakah Mual Muntah Saat Hamil Berbahaya Bagi Janin?
Selama trimester terakhir kehamilan, disarankan untuk menambah asupan sekitar 250 hingga 300 mg per hari. Kalsium susu adalah sumber yang baik, misalnya satu kuart kalsium susu mengandung sekitar 1.200 mg kalsium.
Namun, bagi yang tidak suka susu atau produk susu, mungkin perlu mengonsumsi suplemen kalsium.
Mengapa Perlu Kalsium Laktat?
Kalsium laktat merupakan suplemen makanan yang biasa dikonsumsi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya.
Kalsium sendiri sangat penting bagi ibu hamil karena hal-hal sebagai berikut:
Mencukupi Kebutuhan Kalsium Ibu dan Janin:
Kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi pada janin.
Baca Juga: Morning Sickness Saat Hamil, Kenali Gejala dan Solusinya