SMARTPARENT.ID - Menghadapi bayi dengan kolik bisa menjadi tantangan besar bagi orang tua.
Tangisan yang berlangsung berjam-jam tanpa sebab yang jelas dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional, menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan kelelahan yang berlebihan.
Baca Juga: 10 Langkah Merawat Kucing Agar Si Empus Sehat dan Lccu
Dampak Kolik pada Orang Tua
Menurut American Psychological Association (APA), tangisan terus-menerus yang sulit dihentikan sering kali membuat orang tua merasa frustrasi, tidak berdaya, bahkan bersalah.
Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka melakukan kesalahan dalam merawat bayi mereka. Kondisi ini juga dapat memicu stres kronis, gangguan tidur, dan ketegangan dalam hubungan pasangan.
Kolik juga dapat memperburuk kelelahan fisik.
Orang tua yang harus menggendong bayi dalam waktu lama atau bergadang untuk menenangkan bayi mereka mungkin merasa kehabisan energi.
Baca Juga: Moms Mau Beli Kucing? Ini 10 Pertimbangan Sebelum Membeli
Jika dibiarkan, tekanan ini bisa berkembang menjadi depresi pascamelahirkan, terutama bagi ibu yang sudah berisiko.
Mengelola Stres dan Mendapatkan Dukungan
Menghadapi kolik membutuhkan strategi yang tepat. Berikut beberapa tips dari Healthline dan APA untuk membantu orang tua:
Ambil waktu untuk istirahat: Jangan ragu meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk bergantian merawat bayi. Istirahat sejenak dapat membantu mengurangi stres.
Gunakan teknik menenangkan bayi: Memijat perut bayi, menggendong dengan posisi tegak, atau memutar white noise bisa membantu.