SMARTPARENT.ID - Kolik sering menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, tetapi banyak mitos yang berkembang di masyarakat membuat pemahaman tentang kondisi ini menjadi keliru.
Memahami fakta dan membedakan mitos dapat membantu orang tua menangani kolik dengan lebih efektif.
Mitos 1: “Bayi Kolik Karena Manja”
Salah satu mitos yang paling umum adalah anggapan bahwa kolik terjadi karena bayi ingin mendapatkan perhatian lebih.
Baca Juga: Sama-sama Bikin Rewel, ini Beda Kolik dengan Masalah Pencernaan Lain pada Bayi
Faktanya, menurut Healthline, kolik tidak ada hubungannya dengan perilaku manja.
Penyebab kolik kemungkinan besar berkaitan dengan ketidakmatangan sistem pencernaan, gas berlebih, atau sensitivitas terhadap lingkungan baru. Bayi menangis karena ketidaknyamanan, bukan karena manipulasi emosi.
Mitos 2: “Kolik Disebabkan oleh Pola Asuh yang Salah”
Sebagian orang percaya bahwa pola asuh yang kurang baik dapat menyebabkan kolik.
Namun, fakta dari NHS menunjukkan bahwa kolik dapat terjadi pada bayi dengan pola asuh yang sangat baik sekalipun.
Baca Juga: Makanan yang Dikonsumsi Ibu Menyusui Bisa Picu Kolik pada Bayi
Kolik adalah kondisi yang sering muncul tanpa sebab yang jelas, biasanya dimulai dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi.
Mitos 3: “Bayi dengan Kolik Harus Diberi Obat”
Ada persepsi bahwa obat-obatan atau ramuan tradisional adalah satu-satunya solusi untuk mengatasi kolik.
Artikel Terkait
10 Tips Berlibur Mengajak Bayi agar Aman dan Nyaman
Apa Itu Kolik pada Bayi? Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi di Rumah dengan Aman
Makanan yang Dikonsumsi Ibu Menyusui Bisa Picu Kolik pada Bayi
Sama-sama Bikin Rewel, ini Beda Kolik dengan Masalah Pencernaan Lain pada Bayi