c. Rekonstruksi Tubuh Bayi Utama
Setelah kembar parasit diangkat, bayi utama mungkin membutuhkan rekonstruksi tubuh. Misalnya:
- Jika bayi kehilangan sebagian besar otot atau kulit, dokter dapat melakukan cangkok kulit atau jaringan untuk memperbaiki bentuk tubuhnya.
- Jika tulang terkena dampak, ahli bedah ortopedi dapat memasang implan atau alat bantu agar bayi dapat bergerak lebih normal.
- Jika ada gangguan pada sumsum tulang belakang, operasi tambahan mungkin diperlukan untuk mencegah gangguan saraf di masa depan.
Baca Juga: Ternyata Begini Proses Terbentuknya Kembar Parasit dalam Kandungan
3. Tantangan dalam Operasi Pemisahan
a. Kompleksitas Keterhubungan Organ
Setiap kasus kembar parasit memiliki perbedaan unik dalam keterhubungan organ.
Jika janin parasit menempel pada otak, sumsum tulang belakang, atau jantung, operasi menjadi jauh lebih rumit dan berisiko tinggi.
b. Risiko Pendarahan Berlebihan
Karena janin parasit sering berbagi pembuluh darah dengan bayi utama, pemisahan yang tidak hati-hati dapat menyebabkan kehilangan darah yang fatal.
Dalam beberapa kasus, bayi utama perlu mendapatkan transfusi darah besar-besaran selama operasi.
Baca Juga: Rayakan Satu Dekade IFEX, Pameran Mebel dan Kerajinan Unggulan Indonesia Kembali Hadir di 2025
c. Kemungkinan Kegagalan Organ
Artikel Terkait
Memilih Jenis Kelamin Bayi Lewat Cara Medis, Mungkinkah?
Ayahnya ok Tersenyum? Ini Fakta Mengejutkan Bayi yang Ditelantarkan di Rumah Sakit
Moms, Ini 7 Manfaat Menggendong Bayi
Dua Kasus Kembar Parasit yang Sempat Menghebohkan, Bayi Lahir dengan 4 Tangan dan Kaki
Salah Satunya Gangguan Jantung, ini Dampak Kesehatan Bayi yang Mengalami Kembar Parasit