Studi dari NIH menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dengan kembar parasit memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular di masa dewasa.
c. Gangguan Neurologis
Jika janin parasit menempel di dekat sumsum tulang belakang atau otak, bayi utama bisa mengalami gangguan neurologis seperti kelemahan otot, keterlambatan perkembangan motorik, atau bahkan kelumpuhan sebagian tubuh.
Baca Juga: Ternyata Begini Proses Terbentuknya Kembar Parasit dalam Kandungan
Dalam kasus yang lebih parah, anak dapat mengalami hidrosefalus (penumpukan cairan di otak) atau epilepsi akibat tekanan tambahan pada sistem saraf pusat.
d. Masalah Psikologis dan Sosial
Selain dampak fisik, bayi yang lahir dengan kembar parasit juga berisiko mengalami masalah psikologis seiring bertambahnya usia.
Jika operasi pemisahan tidak memungkinkan, anak mungkin mengalami gangguan citra tubuh atau menghadapi stigma sosial.
Beberapa anak yang menjalani operasi pemisahan sejak dini juga dapat mengalami trauma psikologis akibat prosedur medis yang kompleks dan berkepanjangan.
Baca Juga: Mengenal Kembar Parasit, Peristiwa Langka dalam Dunia Medis
3. Penanganan dan Perawatan Medis
Karena dampak kesehatan yang kompleks, bayi dengan kembar parasit memerlukan penanganan medis khusus yang mencakup berbagai aspek:
a. Diagnosis Dini
USG prenatal dapat mendeteksi kembar parasit sejak kehamilan trimester kedua. Jika kondisi ini terdeteksi lebih awal, tim dokter dapat merencanakan strategi persalinan yang lebih aman dan mempertimbangkan kemungkinan operasi pemisahan setelah lahir.
b. Operasi Pemisahan
Artikel Terkait
Mengatasi Kolik pada Bayi Prematur, ini Cara Tepat Menanganinya
Kapan Kolik pada Bayi Memerlukan Penanganan Medis?
Memilih Jenis Kelamin Bayi Lewat Cara Medis, Mungkinkah?
Ayahnya ok Tersenyum? Ini Fakta Mengejutkan Bayi yang Ditelantarkan di Rumah Sakit
Moms, Ini 7 Manfaat Menggendong Bayi
Dua Kasus Kembar Parasit yang Sempat Menghebohkan, Bayi Lahir dengan 4 Tangan dan Kaki