c. Gangguan pada Sistem Pencernaan
Jika kembar parasit menempel di bagian perut atau organ pencernaan, bayi utama dapat mengalami gangguan penyerapan nutrisi, muntah, atau masalah usus seperti obstruksi.
Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan yang terganggu dan kekurangan gizi sejak dini.
d. Risiko Infeksi yang Tinggi
Karena tubuh bayi utama memiliki jaringan tambahan dari kembar parasit, terdapat risiko infeksi yang lebih tinggi, terutama jika janin parasit tidak memiliki sistem imun yang berfungsi.
Baca Juga: Dua Kasus Kembar Parasit yang Sempat Menghebohkan, Bayi Lahir dengan 4 Tangan dan Kaki
Jika jaringan parasit mulai mengalami nekrosis (kematian jaringan), maka infeksi dapat menyebar ke seluruh tubuh bayi utama, meningkatkan risiko sepsis yang mematikan.
2. Komplikasi Kesehatan Jangka Panjang
Jika bayi utama berhasil melewati masa neonatal, masih ada sejumlah komplikasi kesehatan jangka panjang yang mungkin dihadapi, termasuk:
a. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Bayi yang mengalami kembar parasit sering mengalami gangguan pertumbuhan karena tubuhnya harus bekerja lebih keras sejak dalam kandungan.
Beberapa anak yang menjalani operasi pemisahan juga dapat mengalami gangguan tulang dan otot, terutama jika janin parasit menempel pada tulang belakang atau panggul.
Baca Juga: Bisa Lewat USG? Cara Dokter Mudah Mendiagnosis Kehamilan Kembar Parasit
b. Masalah Jantung dan Sirkulasi Darah
Karena harus menopang kehidupan janin parasit, beberapa bayi mengalami hipertrofi jantung (pembesaran otot jantung) yang dapat berdampak pada fungsi jantung jangka panjang.
Artikel Terkait
Mengatasi Kolik pada Bayi Prematur, ini Cara Tepat Menanganinya
Kapan Kolik pada Bayi Memerlukan Penanganan Medis?
Memilih Jenis Kelamin Bayi Lewat Cara Medis, Mungkinkah?
Ayahnya ok Tersenyum? Ini Fakta Mengejutkan Bayi yang Ditelantarkan di Rumah Sakit
Moms, Ini 7 Manfaat Menggendong Bayi
Dua Kasus Kembar Parasit yang Sempat Menghebohkan, Bayi Lahir dengan 4 Tangan dan Kaki