Kenali Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Selasa, 24 Desember 2024 | 20:23 WIB
Bayi lahir prematur merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, namun dengan pemahaman yang baik, Anda dapat mengurangi risikonya (Laura Garcia/pexels)
Bayi lahir prematur merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, namun dengan pemahaman yang baik, Anda dapat mengurangi risikonya (Laura Garcia/pexels)
  1. Infeksi Selama Kehamilan

Infeksi tertentu seperti infeksi saluran kemih (ISK), infeksi vagina, atau infeksi gigi dapat memicu peradangan dan kontraksi dini pada rahim. Infeksi yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya.

  1. Masalah pada Rahim atau Serviks

Gangguan struktural pada rahim, seperti rahim berbentuk abnormal, atau kelemahan serviks (inkompetensi serviks), dapat menyebabkan kelahiran prematur. Serviks yang lemah mungkin tidak mampu menahan tekanan selama kehamilan.

  1. Kondisi Medis pada Ibu

Berbagai kondisi kesehatan ibu juga berperan dalam kelahiran prematur, seperti:

  • Preeklamsia: Tekanan darah tinggi yang memengaruhi fungsi organ ibu.
  • Diabetes gestasional: Tingkat gula darah yang tidak terkontrol selama kehamilan.
  • Anemia: Kekurangan hemoglobin yang dapat memengaruhi pasokan oksigen ke janin.
  1. Riwayat Kelahiran Prematur

Ibu yang pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya memiliki risiko lebih besar untuk mengalaminya kembali.

  1. Kebiasaan Tidak Sehat Selama Kehamilan

Merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang adalah faktor risiko utama yang dapat memicu kelahiran prematur. Bahan kimia berbahaya dalam rokok atau alkohol dapat memengaruhi aliran darah ke janin.

Baca Juga: Fase Oral Bayi, Perjalanan Penting dalam Tumbuh Kembangnya

  1. Stres Berlebihan

Stres fisik dan emosional yang berkepanjangan selama kehamilan dapat memengaruhi hormon dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.

  1. Kekurangan Nutrisi

Kurangnya asupan nutrisi penting seperti protein, asam folat, zat besi, dan kalsium selama kehamilan dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.

  1. Usia Ibu yang Terlalu Muda atau Terlalu Tua

Ibu hamil di bawah usia 20 tahun atau di atas usia 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan, termasuk kelahiran prematur.

  1. Pecahnya Ketuban Dini

Ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu dapat menyebabkan persalinan dini. Penyebabnya meliputi infeksi, tekanan berlebih pada kantung ketuban, atau trauma fisik.

 

Dampak Kelahiran Prematur pada Bayi

Bayi yang lahir prematur berisiko mengalami beberapa komplikasi kesehatan, termasuk:

  • Gangguan pernapasan: Karena paru-paru belum matang sepenuhnya.
  • Masalah pencernaan: Sistem pencernaan bayi prematur sering kali belum siap untuk mencerna makanan.
  • Infeksi: Sistem imun yang lemah membuat mereka rentan terhadap infeksi.
  • Masalah perkembangan: Termasuk keterlambatan perkembangan motorik atau kognitif.

 Baca Juga: Cara Menyapih Anak agar Mau Berhenti Minum ASI

Cara Mencegah Kelahiran Prematur

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X