SMARTPARENT.ID - Bayi lahir prematur atau lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu adalah kondisi yang tidak jarang terjadi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 15 juta bayi di seluruh dunia lahir prematur setiap tahunnya. Bagi ibu muda, memahami penyebab bayi lahir prematur adalah langkah penting untuk meminimalkan risiko tersebut dan mendukung kehamilan yang sehat.
Artikel ini akan membahas faktor penyebab bayi lahir prematur, jenis kelahiran prematur, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Apa Itu Kelahiran Prematur?
Kelahiran prematur terjadi saat bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Idealnya, kehamilan berlangsung selama 40 minggu untuk memastikan bayi berkembang sepenuhnya di dalam rahim. Bayi prematur sering memerlukan perawatan intensif karena organ tubuh mereka belum sepenuhnya matang, terutama paru-paru dan sistem imun.
Jenis-Jenis Kelahiran Prematur
Kelahiran prematur dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan usia kehamilan:
- Prematur Sangat Dini (Extreme Preterm): Bayi lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu.
- Prematur Dini (Very Preterm): Bayi lahir antara usia kehamilan 28-32 minggu.
- Prematur Sedang hingga Akhir (Moderate to Late Preterm): Bayi lahir antara usia kehamilan 32-37 minggu.
Semakin dini bayi lahir, semakin besar risiko komplikasi kesehatan yang dapat terjadi.
Baca Juga: Mengungkap Arti Garis Tangan Simian Line pada Bayi, Fakta dan Mitos
Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kelahiran prematur:
- Kehamilan dengan Risiko Tinggi
Kehamilan dengan risiko tinggi, seperti kehamilan kembar atau lebih, meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur. Hal ini disebabkan oleh tekanan fisik yang lebih besar pada rahim dan plasenta.