Erythroblastosis Fetalis, Penyakit pada Bayi yang Lahir dari Pasangan dengan Konflik Rhesus

Photo Author
Agnia Qurota Ayun, Smart Parent
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 22:18 WIB
Erythroblastosis pada bayi (Freepik)
Erythroblastosis pada bayi (Freepik)

Jika kondisi ini terdeteksi selama kehamilan, dokter dapat melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi risiko komplikasi, seperti:

Baca Juga: Kapan Detak Jantung Janin Mulai Terdengar?

- Imunisasi Anti-D (RhoGAM)

Pada ibu dengan golongan darah Rh-negatif, pemberian suntikan RhoGAM pada kehamilan pertama dan kedua dapat membantu mencegah tubuh ibu memproduksi antibodi terhadap sel darah merah Rh-positif janin.

Ini sangat penting untuk kehamilan-kehamilan berikutnya.

- Pemantauan Ketat

Jika janin didiagnosis dengan erythroblastosis fetalis, pemantauan rutin melalui USG untuk mengecek tanda-tanda anemia atau pembesaran organ sangat penting.

Baca Juga: Ciri-Ciri Hamil Muda Sebelum Telat Menstruasi

- Transfusi Darah Intrauterin

Dalam beberapa kasus, transfusi darah langsung ke janin dalam rahim dapat dilakukan untuk mengatasi anemia berat dan mengurangi risiko kerusakan organ.

- Induksi Persalinan Dini

Jika kondisi bayi semakin memburuk, dokter dapat memutuskan untuk melahirkan bayi lebih awal, meskipun kehamilan belum mencapai usia yang optimal.

Setelah bayi lahir, pengobatan akan berfokus pada pengelolaan anemia dan bilirubin yang tinggi, yang dapat meliputi:

Baca Juga: Tanda Hamil Tanpa Disertai Mual, Ini yang Perlu Diketahui

- Fototerapi (terapi cahaya)

Untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah bayi.

- Transfusi darah

Halaman:

Editor: Agnia Qurota Ayun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X