Kulit dan mata bayi menjadi kuning akibat akumulasi bilirubin yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah.
3. Pembesaran Hati dan Limpa (hepatosplenomegali)
Hati dan limpa bayi dapat membesar akibat usaha tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah.
4. Edema (Pembengkakan)
Pembengkakan pada tubuh bayi, khususnya pada kaki dan perut, dapat terjadi akibat penurunan kadar protein dalam darah.
Baca Juga: CPAP pada Bayi dan Penggunaannya dalam Perawatan Kesehatan Neonatal
5. Kerusakan Otak (kernicterus)
Jika kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang serius, yang dikenal dengan istilah kernicterus.
Diagnosis dan Penanganan
Untuk mendiagnosis erythroblastosis fetalis, dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk:
1. Tes darah ibu
Untuk memeriksa golongan darah ibu dan apakah dia memiliki antibodi terhadap Rh-positif.
Baca Juga: Sebesar Apa Janin 6 Minggu dan Bagaimana Perkembangannya?
2. Tes darah bayi
Untuk memeriksa kadar bilirubin dalam darah dan apakah bayi menderita anemia.
3. USG
Untuk memeriksa adanya pembesaran hati atau limpa pada janin.
Artikel Terkait
Karbohidrat Sebabkan Glukosa Gula Darah Naik? Begini Faktanya
Bocah 12 Tahun di Taiwan Harus Cuci Darah Seumur Hidup Setelah Makan Ayam Goreng Setiap Hari Selama Setahun
Kabar Viral Banyaknya Anak yang Cuci Darah di RSCM, Ini Ternyata Penyebabnya