Erythroblastosis Fetalis, Penyakit pada Bayi yang Lahir dari Pasangan dengan Konflik Rhesus

Photo Author
Agnia Qurota Ayun, Smart Parent
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 22:18 WIB
Erythroblastosis pada bayi (Freepik)
Erythroblastosis pada bayi (Freepik)

Kulit dan mata bayi menjadi kuning akibat akumulasi bilirubin yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah.

3. Pembesaran Hati dan Limpa (hepatosplenomegali)

Hati dan limpa bayi dapat membesar akibat usaha tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah.

4. Edema (Pembengkakan)

Pembengkakan pada tubuh bayi, khususnya pada kaki dan perut, dapat terjadi akibat penurunan kadar protein dalam darah.

Baca Juga: CPAP pada Bayi dan Penggunaannya dalam Perawatan Kesehatan Neonatal

5. Kerusakan Otak (kernicterus)

Jika kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang serius, yang dikenal dengan istilah kernicterus.

Diagnosis dan Penanganan

Untuk mendiagnosis erythroblastosis fetalis, dokter akan melakukan beberapa tes, termasuk:

1. Tes darah ibu

Untuk memeriksa golongan darah ibu dan apakah dia memiliki antibodi terhadap Rh-positif.

Baca Juga: Sebesar Apa Janin 6 Minggu dan Bagaimana Perkembangannya?

2. Tes darah bayi

Untuk memeriksa kadar bilirubin dalam darah dan apakah bayi menderita anemia.

3. USG

Untuk memeriksa adanya pembesaran hati atau limpa pada janin.

Halaman:

Editor: Agnia Qurota Ayun

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X