World Health Organization (WHO) merekomendasikan bahwa anak-anak aktif sejak usia dini cenderung memiliki kebiasaan sehat saat dewasa (WHO, 2020).
Jenis Aktivitas Fisik untuk Anak
1. Olahraga Tim
Olahraga seperti sepak bola, basket, atau voli membantu anak belajar tentang kerja sama dan kompetisi yang sehat.
Baca Juga: Meski Aman, Nanas Berisiko Memicu Alergi Pada Ibu Hamil
2. Aktivitas di Luar Ruangan
Bersepeda, hiking, atau bermain di taman memberikan manfaat fisik sambil memungkinkan anak bersosialisasi dengan teman.
3. Senam dan Dansa
Senam atau dansa adalah cara menyenangkan untuk beraktivitas, sekaligus merangsang kreativitas anak.
4. Permainan Tradisional
Permainan seperti lompat tali, congklak, atau petak umpet adalah alternatif menarik untuk menjaga anak tetap aktif sambil mengenalkan mereka pada budaya lokal.
Baca Juga: Kapan Ibu Hamil Sebaiknya Menghindari atau Mengonsumsi Nanas?
Rekomendasi Waktu Aktivitas Fisik
WHO merekomendasikan agar anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari, yang mencakup berbagai jenis aktivitas, dari yang meningkatkan daya tahan hingga fleksibilitas (WHO, 2020).
Artikel Terkait
Ragam Aktivitas Fisik untuk Anak dan Remaja, Seberapa Penting?
Mengapa Anak Harus Aktif? Manfaat Luar Biasa dari Aktivitas Fisik
Tips Memaksimalkan Pertumbuhan Anak dengan Aktivitas Fisik Rutin