Mengapa Anak Harus Punya Aktivitas Fisik?

Photo Author
Agnia Qurota Ayun, Smart Parent
- Sabtu, 28 September 2024 | 22:00 WIB
Aktivitas fisik untuk anak (Freepik/yanalya)
Aktivitas fisik untuk anak (Freepik/yanalya)

World Health Organization (WHO) merekomendasikan bahwa anak-anak aktif sejak usia dini cenderung memiliki kebiasaan sehat saat dewasa (WHO, 2020).

Jenis Aktivitas Fisik untuk Anak

1. Olahraga Tim

Olahraga seperti sepak bola, basket, atau voli membantu anak belajar tentang kerja sama dan kompetisi yang sehat.

Baca Juga: Meski Aman, Nanas Berisiko Memicu Alergi Pada Ibu Hamil

2. Aktivitas di Luar Ruangan

Bersepeda, hiking, atau bermain di taman memberikan manfaat fisik sambil memungkinkan anak bersosialisasi dengan teman.

3. Senam dan Dansa

Senam atau dansa adalah cara menyenangkan untuk beraktivitas, sekaligus merangsang kreativitas anak.

4. Permainan Tradisional

Permainan seperti lompat tali, congklak, atau petak umpet adalah alternatif menarik untuk menjaga anak tetap aktif sambil mengenalkan mereka pada budaya lokal.

Baca Juga: Kapan Ibu Hamil Sebaiknya Menghindari atau Mengonsumsi Nanas?

Rekomendasi Waktu Aktivitas Fisik

WHO merekomendasikan agar anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari, yang mencakup berbagai jenis aktivitas, dari yang meningkatkan daya tahan hingga fleksibilitas (WHO, 2020).

Halaman:

Editor: Agnia Qurota Ayun

Sumber: American Academy of Pediatrics, World Health Organization, Centers for Disease Control and Prevention, Journal of Physical Activity and Health

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X