“Laktosa sangat spesial karena ada di susu mamalia. Kadar laktosa pada ASI sangat tinggi dibanding pada mamalia lain, karena penting dalam perkembangan otak.
Adapun penyerapan laktosa membutuhkan enzim pencernaan yaitu laktase, yang berfungsi untuk memecah laktosa menjadi molekul yang lebih sederhana sehingga bisa diserap oleh tubuh.
Anak-anak yang memiliki kondisi intoleransi laktosa sehingga tidak bisa mencerna laktosa, memerlukan susu khusus yang tidak mengandung laktosa,” papar dr. Yoga.
Baca Juga: Mengobati Bayi yang Terkena Dehidrasi dengan Cepat dan Efektif
Sedangkan maltodexstrin, lanjut dr. Yoga, adalah salah satu polisakarida yang kerap digunakan untuk menggantikan laktosa pada susu khusus bebas laktosa.
Jadi, tidak benar bahwa maltodekstrin dalam produk susu pertumbuhan tidak aman. Maltrodextrin dibuat dari bahan alami, yaitu pati dari sumber karbohidrat seperti umbi-umbian, serealia, dan jagung.
Penggunaan maltodextrin sudah diatur dalam aturan BPOM. Isu bahwa maltodekstrin meningkatkan kandungan gula dalam produk nutrisi anak dan menyebabkan gagal ginjal anak, terbantahkan berdasarkan pemaparan dr. Yoga dan Dr. Rosyanne.
Artikel Terkait
Susu ini Konon Bisa Tangkal Radikal Bebas, Ternyata Begini Caranya
5 Produk Susu Bayi Paling Mahal di Indonesia
Cara Mudah Menangkal Radikal Bebas, Salah Satunya dengan Konsumsi Susu ini
Presiden Jokowi Larang Produsen Susu Formula Bayi Beri Diskon dan Beriklan, Ini Alasannya
Arumi Bachsin Dukung Larangan Susu Formula Bayi, Begini Alasannya