Bermain Bersama Ayah, Bayi Akan Tumbuh Lebih Cerdas

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Rabu, 29 Mei 2024 | 08:12 WIB
Bayi Bermain Bersama Ayah (Pixabay)
Bayi Bermain Bersama Ayah (Pixabay)

Baca Juga: Kenapa Anak Senang Diajak Bertepuk Tangan? Ini Jawabannya

Mau AKtif atau Pasif?

Saat bermain, bayi bisa diajak aktif maupun pasif. Hal ini tergantung dari jenis bermainnya. 
1. Bermain Aktif.

Bayi secara aktif melakukan sendiri aktivitas bermainnya. Sumber rasa senang yang diperoleh anak berasal dari apa yang dilakukan oleh anak itu sendiri. Misalnya, bayi aktif ingin meraih mainan yang tergantung di atasnya, aktif memegang mainan berbagai bentuk dan warna, Aktif melempar-mengejar bola yang dilempar ayahnya, dan lain-lain.
2. Bermain Pasif,

Yaitu, bayi melakukan kegiatan dengan sedikit menggunakan aktifitas fisik dan sumber rasa senangnya diperoleh dari aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Misalnya, senang menyaksikan mimik ayahnya yang sedang bercanda, menyaksikan mainan yang tergantung, senang dengan gelitikan ayahnya, dan lain-lain.

Baca Juga: Susu itu Enak, Kok Ada Anak Yang Tak Suka?  

Mau Manfaat Labih Banyak, Ini Caranya

Agar manfaat yang didapat bisa maksimal, sebaiknya Moms memperhatikan banyak hal. Berikut ini tips agar kegiatan bermain menyenangkan dan mendapatkan banyak manfaat:

  1. Sediakan alat permainan yang sesuai dengan taraf usia dan kematangan anak. Perhatikan faktor keamanan saat bermain, derajat kesulitan, kegunaan, daya tahan dan keamanan alat, disain alat permainan, dll.
  2. Bila bermain di luar rumah, sebaiknya tempatnya agak luas/lapang dan bersih. Jangan mengajak anak bermain di lingkungan yang berbahaya, banyak benda tajam misalnya.
  3. Waktu bermain sesuai dengan jadwal bayi. Jangan menggunakan waktu yang biasanya digunakan untuk tidur atau makan. Pilihlah waktu yang tepat, biasanya setelah bangun tidur atau setelah makan.
  4. Ketika anak sudah mulai merangkak atau berjalan, kita dapat memulai untuk memperkenalkan anak dengan anak lain. Hal ini bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk melatih anak bersosialisasi.
  5. Memperkenalkan anak dengan alat permainan yang dapat merangsang perkembangan anak. Hindari terlalu membatasi kegiatan bermain karena pertimbangan jenis kelamin. Misalnya, anak lelaki harus bermain dengan mobil-mobilan dan anak perempuan harus bermain dengan boneka.
  6. Berikan petunjuk sesuai dengan kebutuhan anak, tidak terlalu banyak atau sedikit.

Baca Juga: Moms, Bayi Sudah Bisa Diajarkan Pendidikan Seks Lo!

Yuk Pilihkan Mainan Yang Tepat

Di bawah ini adalah daftar mainan yang disarankan sesuai tingkat perkembangan anak.

  1. Mainan untuk anak bayi sampai usia 6 bulan adalah :
  2. Mainan yang dapat dilihat dan diperhatikan seperti balon, pita berwarna warni atau apapun yang dapat bergerak di udara. Mainan seperti ini jangan diletakkan terlalu dekat wajahnya tetapi masih dalam jangkauan tangannya.
  3. Mainan yang dapat dipegang dan digigit-gigit seperti Rattles (giring-giring) dalam berbagai bentuk dan memproduksi bermacam-macam suara. Giring-giring ada juga yang dilengkapi dengan bola-bolaan yang menarik perhatian bayi yang lebih tua. Ada juga giring-giring yang dapat dipakai untuk bisa digigit-gigit sejak bayi mulai tumbuh giginya. Kadang bayi merasa "gatal" mulutnya sehingga perlu sesuatu untuk digigit-gigit.
  4. Enam - 18 bulan.
  5. Mainan yang empuk (Soft Toys) seperti boneka yang terbuat dari kain dan dapat dipeluk-peluk.
  6. Mainan yang dapat dipergunakan untuk melatih kekuatan badan bayi dan tungkai.
  7. Mainan yang berasal dari peralatan rumah tangga seperti sendok kayu, gulungan kertas, keranjang yang dapat diisi dan dikosongkan dengan objek yang aman.
  8. Mainan yang dapat dibongkar bangun seperti blok kayu
  9. Mainan yang dapat diikuti oleh anak seperti bola.
  10. Mainan yang dapat didorong-dorong atau ditarik seperti Baby Walker, atau mobil-mobilan.
  11. Mainan yang dapat dimainkan di kamar mandi seperti bebek-bebekkan dari plastik, perahu-perahuan dan lainnya.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X