Moms, Bayi Sudah Bisa Diajarkan Pendidikan Seks Lo!

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Rabu, 22 Mei 2024 | 09:47 WIB
Bayi Tidur (Fé Ngô/unsplash)
Bayi Tidur (Fé Ngô/unsplash)

SMARTPARENT.ID Saat ini, pornografi dan pornoaksi sudah begitu mudah diakses. Bahkan, kamar yang dulu steril sekarang pornografi dan pornoaksi bisa masuk dengan bebas. Berbagai tayangan-tayangan di gadget begitu mudah disaksikan anak.

Yang dikhawatirkan, pelecehan seksual pun meningkat. Terutama terhadap anak-anak yang belum memahami betul mengenai masalah seksual. Karena itu, yuk Moms, siapkan anak untuk bisa menjaga dirinya dari pelecehan seksual lewat pendidikan seksual sejak dini.

Baca Juga: Mengajarkan Anak Meminta Maaf, Menjadikan Kepribadiannya Jauh Lebih Baik

Bisa Diajarkan Sejak Bayi

Pendidikan seksual sudah bisa dilakukan sejak bayi. Mungkinkah? Sangat mungkin, terutama ketika bayi sudah bisa berinteraksi, di usia 3-4 bulan misalnya. kita bisa memberi contoh dari perilaku kita sehari-hari terutama yang terkait dengan organ seksual. Misalnya, saat menyusui, membersihkan kelamin mereka, menyentuh mereka, tak membiarkan mereka telanjang saat di luar rumah, dan sebagainya.

Pendidikan seksual yang sudah diajarkan kepada anak sejak dini, akan membuat anak lebih memahami bagaimana menjaga organ seksualnya dengan lebih baik. Selain itu mereka pun dapat mengembangkan kepercayaan diri juga kepribadian yang sehat. Dan yang terpenting anak juga bisa lebih melindungi dirinya dari ancaman kekerasan seksual.

Moms bersama Paps adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap pendidikan seksual anak. Sebab, orangtua adalah pendidik pertama, orang terdekat, paling mengenal anak, dan paling tahu perubahan dan perkembangan anak.

Anggapan bahwa pendidikan seksual pada anak adalah hal yang tabu perlu dihilangkan. Sebab, sejak dini mereka perlu dibekali pendidikan ini dengan baik supaya lebih memahami. Pendidikannya pun bukan berarti yang terkait langsung dengan hubungan seksual melainkan mengenalkan organ seksual dan bagaimana cara memelihara dan menjaga dengan baik.

Baca Juga: Ternyata, Sering Menggendong Bayi Dapat Membuatnya Tumbuh Lebih Cerdas

Saat Mengajari Harus Disesuaikan dengan Usia Anak

Hanya, Moms perlu memahami bagaimana cara tepat memberikan pendidikan ini terhadap anak sehingga apa yang kita berikan bisa dipahami anak. Sebab, pemahaman anak kan masih rendah sehingga perlu penjelasan yang tepat kepada mereka.  

  • Hindari Asosiasi yang Membuat Bingung

Mungkin, karena merasa anak belum pantas mendengar kata-kata vulgar, kerapkali kita mengasosiasikan organ seksual dengan benda lain. Seperti kemaluan laki-laki disebut pistol, kemaluan perempuan disebut dompet, payudara disebut kue apem, dan sebagainya. Sebaiknya, ucapkan saja kata yang sebenarnya tanpa harus mengasosiasikannya. Pilihlah kata yang lebih halus seperti penis, vagina, payudara, bokong, dan lainnya. Selain lebih mudah dipahami anak juga tahu nama-nama tersebut dengan sebenarnya. 

  • Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Cara menyampaikannya pun harus sesuai dengan kemampuan pemahaman anak. Gunakan bahasa yang sederhana, singkat, jelas, tidak bertele-tele dan terlalu panjang. Jika perlu contoh kongkret, bisa menggunakan media seperti gambar, boneka, atau tubuh anak sendiri. Di setiap usia pun cara melakukan pendidikan seksual pun berbeda-beda.

  • Menujukkan Perilaku Secara Langsung

Interaksi bayi memang masih terbatas. Tetapi mereka sudah bisa mendengar, melihat, menggunakan indra perasanya, dan bisa berinteraksi. Moms bisa memberikan contoh langsung. Misalnya, tidak membiarkan bayi telanjang sehingga organ intimnya terlihat. “Kita pakai baju ya, lihat itu kemaluan kamu kelihatan. Malu dong!” misalnya.

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X