Jika aliran ASI terlalu deras, cobalah menyusui dalam posisi yang lebih tegak atau memompa sedikit ASI sebelum menyusui untuk mengurangi tekanan aliran.
4. Perubahan Lingkungan atau Rutinitas
- Perubahan Lingkungan: Lingkungan yang terlalu bising atau stres dapat mengganggu konsentrasi bayi saat menyusu.
- Perubahan dalam Rutinitas: Perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari, seperti perjalanan atau kembalinya ibu bekerja, bisa membuat bayi stres dan menolak untuk menyusu.
Baca Juga: 5 Gejala Kekebalan Tubuh Lemah, Begini Cara Mengatasinya
Solusi:
Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman saat menyusui.
Usahakan untuk menjaga konsistensi rutinitas harian sebanyak mungkin agar bayi merasa aman dan nyaman.
5. Penggunaan Botol Susu atau Dot
- Confusion Nipple (Kebingungan Puting): Bayi yang sudah terbiasa dengan botol susu atau dot mungkin kesulitan untuk kembali menyusu dari payudara karena perbedaan cara mengisap.
Baca Juga: Cara Menghitung Siklus Haid yang Normal, Ketahui Juga Faktor yang Mempengaruhinya!
Solusi:
Jika memungkinkan, hindari pemberian botol susu atau dot dalam beberapa minggu pertama setelah lahir untuk mengurangi risiko kebingungan tersebut pada bayi.
Jika perlu memberikan susu perah, gunakan sendok atau cangkir kecil.
6. Fase Perkembangan
Artikel Terkait
Manfaat Memberikan ASI untuk Bayi
Bikin Cerdas dan Tak Mudah Sakit, ini Manfaat Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi
Rekomendasi Susu untuk Balita, Mana yang Terbaik?