Rekomendasi Susu untuk Balita, Mana yang Terbaik?

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Senin, 27 Mei 2024 | 10:00 WIB
Susu untuk balita banyak ragamnya, minuman apa yang disarankan dan tidak disarankan untuk balita serta rekomendasinya. ( ROMAN ODINTSOV/Pexels)
Susu untuk balita banyak ragamnya, minuman apa yang disarankan dan tidak disarankan untuk balita serta rekomendasinya. ( ROMAN ODINTSOV/Pexels)

 

SMARTPARENT.IDSusu untuk balita banyak ragamnya. Mana susu terbaik untuk anak sebagai rekomendasi bagi orangtua, yuk simak uraiannya.  

Apa yang Anda tawarkan kepada anak Anda untuk diminum dalam 5 tahun pertama kehidupannya dapat membentuk preferensi rasa seumur hidup. Namun mulai dari susu nabati dan susu balita hingga jus 100%, minuman buah dengan pemanis stevia, dan susu beraroma, pilihan dan cita rasanya bisa sangat banyak.

Untungnya, minuman pilihan terbaik sangat sederhana: air dan susu biasa.

Air biasa menyediakan hidrasi yang kita semua butuhkan untuk hidup. Susu menyediakan kalsium, vitamin D, protein, vitamin A, dan zinc―semuanya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

Bagaimana anak kecil mengembangkan preferensi minuman yang tidak sehat?

Baca Juga: Penyakit Polio pada Anak, Pentingkah Vaksin IPV dan Apa Efek Samping Imunisasi Ini?

Kita tahu anak-anak yang kebanyakan minum air putih dan susu biasa sejak usia muda cenderung terus meminumnya seiring bertambahnya usia. Namun kita juga tahu, kebiasaan buruk terbentuk sejak dini.

Anak-anak kecil yang diperkenalkan dengan minuman manis di usia muda mengembangkan preferensi yang kuat terhadap minuman tersebut―membuat air putih dan susu biasa lebih sulit dijual. Begitu pula dengan preferensi makanan.

Sekitar usia 6 bulan, Anda dapat mulai memberi bayi Anda sedikit air (4-8 ons/hari, 0,5-1 gelas/hari) dalam cangkir terbuka, sippy, atau sedotan. Ini membantu mengembangkan keterampilan minum dalam cangkir dan familiar dengan air.

 Jika Anda tinggal di daerah yang airnya mengandung fluoride, air minum juga akan membantu mencegah kerusakan gigi di kemudian hari.

Baca Juga: Sakit Tiroid pada Anak, Waspadai Hipotiroidisme dan Kenali Gejalanya

Perhatikan bahwa asupan air sebenarnya tidak mungkin menggantikan banyak ASI atau susu formula pada saat ini. Ingat, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI sebagai satu-satunya sumber nutrisi untuk bayi Anda selama kurang lebih 6 bulan.

Ketika Anda menambahkan makanan padat ke dalam makanan bayi Anda, AAP mendukung pemberian ASI terus menerus selama yang Anda dan bayi Anda inginkan, selama 2 tahun atau lebih. Pada usia 12 bulan, Anda bisa mulai memberikan bayi Anda susu utuh atau susu rendah lemak.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: healthychildren.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X