Atau ketika menyusui, biasakan untuk melakukannya di ruang tertutup. “Boleh menyusu tapi kita cari ruangan menyusui dulu ya. Kalau di sini malu dilihat orang!” misalnya mengatakan demikian untuk memberi sinyal privasi kepada bayi.
Demikian pula dengan mandi, menyeboki, mengganti popok, dan lainnya, kita harus melakukannya di tempat tertutup. Terangkan kepada anak kenapa mereka harus mandi, cebok, ganti popok, supaya tubuh kita bersih dan sehat terutama bagian intim. Kenapa harus melakukannya di tempat tertutup, supaya tidak dilihat orang lain.
Usai mandi, ketika ia sudah bisa berjalan, kita ajari anak agar tidak keluar rumah tanpa baju. “Adek, kok telanjang. Malu lo dilihat sama Om sebelah rumah!” misalnya. Ketika menyebut nama alat vital, sebutlah dengan nama sebenarnya, seperti penis, vagina, payudara, bokong, dan lainnya. Tidak mengasosiasikannya sehingga anak lebih memahami apa yang kita maksud untuk dijaga.
Baca Juga: Balita Tak Mau Mengalah? Bukan Salahnya, Mungkin Pola Asuh Moms yang Kurang Tepat