balita

Mau Tubuh Anak Sehat? Pastikan Ia Cukup Tidur

Kamis, 28 November 2024 | 06:28 WIB
Anak Tambah Cerdas Jika Cukup Tidur (Ksenia Chernaya/Pexels)

SMARTPARENT.ID Kebutuhan tidur anak batita berbeda-beda, tergantung usia. Di usia 1-2 tahun ia butuh tidur sekitar 13 jam, 10-12 jam di malam hari, 1-3 jam di siang hari.  Jika di malam hari ia tidur 10 jam maka usahakan tidur siangnya sekitar 3 jam.  Di usia 3 tahun, ia butuh tidur sekitar 12 jam, 9-10 jam di malam hari, 2-3 jam usahakan tidur siang. Misalnya di usia 2 tahun, anak sebaiknya tidur pukul 20.00 kemudian bangun pukul 06.00. Di siang hari ia bisa tidur menjelang siang pada pukul 09-00 – 10.00. Kemudian tidur lagi pada pukul 13.00 – 15.00. Tentu ini hanya patokan dan tidak mengikat, kita sesuaikan saja dengan jadwal anak.

Baca Juga: 5 Tips Memilihkan Sekolah untuk Anak

Dari sisi kesehatan, tidur malam yang cukup sangat baik untuk kesehatan dan pertumbuhan anak. Di usia ini pertumbuhan anak sangat cepat terutama saat tidur malam. Mulai dari otak, jantung dan pembuluh darah, otot, kulit, metabolisme tubuh, tulang, dan lainnya. Sebab saat tidur tubuh memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak dibandingkan saat terbangun. Tak hanya sisi kesehatan, kurang tidur pun membuat anak mudah lelah sehingga mudah rewel, bangun telat sehingga tak bisa beraktivitas pagi, malas melakukan sesuatu karena masih mengantuk, ia juga mudah marah karena merasa tubuhnya kurang fit, dan sebagainya. Kita pun terkena dampaknya, waktu istirahat berkurang karena harus menemani anak hingga larut malam.

Untuk mendapatkan tidur yang cukup kita perlu melakukan pembiasaan, untuk kita sendiri maupun anak. Misalnya, kita perlu memberi contoh dan arahan pada anak supaya ia mau tidur lebih dini. Misalnya, sebelum pukul 20.00 kita sudah masuk kamar, beraktivitas ringan di atas kasur, meredupkan lampu kamar, buat suasana hening, sehingga lambat laun anak akan tertidur. Tak hanya waktu tidur, waktu  bangun pun perlu kita biasakan dengan menerangkan lampu kamar, menyetel lagu-lagu riang, membelai dan menyapanya, dan sebagainya. Lakukan hal ini setiap hari sehingga terbentuk jam biologis anak, kapan ia tidur dan kapan ia bangun. Awalnya mungkin sulit namun jika sudah terbiasa tanpa diminta pun anak akan meminta sendiri untuk tidur.

Baca Juga: Moms, Ini Tanda Anak Sudah Siap Sekolah. Segera Daftarkan ke Sekolah

Jangan Biarkan Anak Tidur Larut Malam ya Moms

Si kecil tidurnya larut malam? Jangan dibiarkan ya Moms. Telusuri penyebabnya, bisa dari orangtua atau si anak. Penyebab ini perlu ditelusuri untuk menemukan solusi yang tepat. Soalnya, kita tidak bisa memaksakan anak tidur tepat waktu kalau penyebab ini tidak teratasi. Anak bukan menurut untuk tidur malah menangis atau marah sehingga jadwal tidurnya pun semakin mulur. Apa saja ya penyebabnya?

1. Anak Sedang Mengembangkan Otonomi
Mungkin kita melihat anak masih kecil, tetapi di usia batita ia mulai mengembangkan kemampuan otonominya. Dia sudah merasa berhak dan punya kekuatan untuk menentukan mana yang mau ia lakukan dan tidak. Kemampuan berpikir dan motoriknya mendukung anak untuk melakukan hal ini. Jadi, mungkin saja ia tidak menurut ketika disuruh tidur karena ia masih ingin bermain, menonton, atau melakukan aktivitas lain. Terkadang perilaku negativistik anak muncul, ia kerap menolak permintaan orangtuanya. Ini terkait dengan sikap otonominya yang sedang berkembang.

2. Menunggu Papa atau Moms Pulang
Sebelum tidur anak terbiasa beraktivitas bersama Papa atau mamanya. Aktivitas yang menyenangkan ini akan selalu ia tunggu-tunggu. Namun, bisa saja kita tidak bisa melakukannya karena pulang telat dari kantor. Anak pun belum mau tidur, menunggu sampai Papa atau mamanya pulang.

Baca Juga: Yuk Cermati, Benarkah Anak Ingin Sekolah Atau Sekadar Modeling

3. Anak Belum Mengantuk

Bila anak belum mengantuk jelas ia belum mau tidur. Penyebabnya biasanya karena ia terlalu lama tidur siang atau tidur siangnya menjelang sore sehingga malamnya ia belum mengantuk. Atau bisa karena anak masih ingin bermain bersama Papa, Mama, atau kakaknya. Semangat untuk bermain membuatnya tetap segar bugar dan tidak mengantuk.

4. Guncangan Emosi
Mungkin anak sedang mengalami guncangan emosi yang cukup hebat sehingga membuatnya tidak tenang. Misalnya, ia ingin sekali bermain dengan Papa atau mamanya sementara mereka sibuk, kurang mendapat perhatian karena hadirnya adik bayi yang membuatnya cemburu, ditinggal pengasuh yang sudah lekat dengannya, dan sebagainya. Guncangan emosi ini dapat membuat jadwal tidurnya tidak teratur.

Baca Juga: Ini Lo Moms, Cara Menyenangkan Mengajari Anak Belajar Mengelompokkan

Halaman:

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB